Scroll untuk baca artikel
HUKRIM

GOKIL, Pria di Lampung Selatan Rekayasa Begal! Rp3,6 Juta Uang Pinjaman Ludes untuk Judol

×

GOKIL, Pria di Lampung Selatan Rekayasa Begal! Rp3,6 Juta Uang Pinjaman Ludes untuk Judol

Sebarkan artikel ini
Ali membuat laporan palsu dugaan pembegalan kepada Polsek Katibung, ternyata uangnya habis buat judol foto dok istimewa.

LAMPUNG SELATAN – Warga Kecamatan Way Sulan sempat dibuat waswas oleh kabar pembegalan dan pembacokan di jalan Desa Pemulihan menuju Desa Karang Pucung. Namun, setelah polisi turun tangan, cerita yang sempat terdengar menyeramkan itu justru berakhir dengan pengakuan mengejutkan bahwa begalnya tidak ada, pembacokannya pun hanya rekayasa.

Ali (30), pria yang sebelumnya mengaku menjadi korban dua pelaku begal bersenjata tajam pada Sabtu (31/10/2026), akhirnya mengakui bahwa peristiwa tersebut tidak pernah terjadi. Laporan yang sempat disampaikan ke Polsek Katibung itu ternyata dibuat untuk menutupi uang pinjaman sebesar Rp5,5 juta yang telah habis.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Rekayasa serupa juga pernah terjadi di Lampung Selatan yakni di Sragi, membuat laporan palsu perampokan disertai pembegalan di Polsek Penengahan, pada 2023 lalu.

BACA JUGA :  Apes, Dua Remaja Asal Labuhan Maringgai Diringkus Polisi diatas Motor Hasil Curian

Kapolsek Katibung IPTU Dita Hidayatullah mengatakan, pengakuan tersebut terungkap setelah polisi memeriksa lokasi kejadian dan meminta keterangan sejumlah saksi. Penyelidikan menemukan kejanggalan hingga Ali akhirnya mengakui telah mengarang cerita pembegalan.

Dari pengakuannya, uang pinjaman itu berasal dari kakak dan tetangganya. Rinciannya, Rp1,5 juta untuk membayar utang, Rp300 ribu membeli sembako, Rp100 ribu membeli rokok, dan Rp3,6 juta dihabiskan untuk judi online.

Ali mengaku terdesak persoalan ekonomi, termasuk tunggakan angsuran Bank BRI dan kebutuhan biaya pengobatan orang tuanya yang sedang sakit parah. Namun, alih-alih terbuka soal uang yang sudah habis, ia justru membuat cerita seolah-olah menjadi korban kejahatan.

BACA JUGA :  Jelang Pilkada, Polisi Bongkar Tempat Produksi Uang Palsu di Bekasi, Sita Rp1,2 Miliar?

“Setelah kami lakukan penelusuran dan pemeriksaan intensif, peristiwa pembegalan dan pembacokan tersebut tidak pernah ada. Saudara Ali sengaja merekayasa kejadian karena panik uang hasil pinjamannya habis untuk judol,” tegas IPTU Dita.

Cerita begal itu akhirnya terbongkar. Warga yang sempat khawatir melintasi jalan tersebut ternyata dibuat resah oleh peristiwa yang tidak pernah terjadi. Ironisnya, uang yang semestinya bisa digunakan untuk kebutuhan keluarga justru sebagian besar habis di meja judi online.

Ali merekayasa cerita, ia mencoba menggambarkan pelaku begal membawa senjata tajam. Padahal, berdasarkan hasil penyelidikan polisi, ancaman yang sebenarnya justru datang dari kebiasaan berjudi yang menggerus uang pinjaman. Begal fiktifnya gagal ditemukan, tetapi kerugian akibat judol benar-benar ada.

BACA JUGA :  Perampokan BRILink di Sukadana Serahkan Diri, Korban dan Pelaku Ternyata Saling Kenal

Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak membuat laporan palsu atau merekayasa tindak pidana. Perbuatan semacam itu bukan hanya menyesatkan aparat, tetapi juga membuang waktu penyelidikan dan membuat masyarakat dihantui ancaman kejahatan yang sebenarnya tidak pernah terjadi.

Potret getir dampak judi online, uang pinjaman habis, persoalan ekonomi semakin rumit, dan kebohongan justru menyeret orang lain ke dalam keresahan. Dalam cerita ini, begal memang tidak ditemukan, tetapi masalah yang ditinggalkan jauh dari kata selesai.