Scroll untuk baca artikel
KesehatanZona Bekasi

Anak Diduga Korban Truk Molen Bekasi Meninggal, Isu Tak Ditangani RS Swasta karena Tanpa Penjamin Mencuat

×

Anak Diduga Korban Truk Molen Bekasi Meninggal, Isu Tak Ditangani RS Swasta karena Tanpa Penjamin Mencuat

Sebarkan artikel ini
foto Anak korban lakalantas saat terbaring di salah satu RS Swasta wilayah Rawalumbu, Kota Bekasi sebelum dikabarkan meninggal dunia - foto dok ist

KOTA BEKASI – Kematian seorang anak yang diduga menjadi korban kecelakaan truk molen di Jalan Cut Meutia, Kota Bekasi, menyisakan tanda tanya. Anak tersebut dikabarkan sempat terbaring lemah di sebuah rumah sakit swasta di wilayah Rawalumbu sebelum meninggal dunia pada Minggu (1/11/2026).

Persoalan semakin menjadi perhatian setelah beredar informasi bahwa penanganan medis anak tersebut terkendala ketiadaan keluarga atau pihak penjamin.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Informasi itu berawal dari foto kondisi anak yang beredar di sejumlah grup WhatsApp. AN, salah seorang Ketua RW di wilayah Margahayu, mengaku menerima foto dan informasi tersebut dari pegawai Dinas Kesehatan Kota Bekasi berinisial HM.

Dalam informasi yang diteruskan HM, rumah sakit disebut belum dapat mengambil tindakan lebih lanjut karena belum ada keluarga maupun pihak yang menjadi penjamin pasien.

BACA JUGA :  Geger Dana ZIS Disdik Kota Bekasi: Potensi Puluhan Miliar Terungkap, Ke Mana Uang Umat?

Anak tersebut kemudian dikabarkan meninggal dunia pada Minggu sore menjelang malam. Hingga informasi dihimpun, identitas dan keberadaan keluarganya belum diketahui.

Dinkes Sebut Tidak Ada Pembiaran

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Hadi Prabowo, mengaku telah meminta keterangan dari sejumlah rumah sakit yang menangani korban kecelakaan lalu lintas.

“Saya sudah tanyakan ke semua RS yang menangani laka, semua ditangani, tidak ada pembiaran hanya karena nggak ada penjamin,” ungkap Hadi kepada media, Senin (2/11/2026).

Untuk diketahui bahwa, tim media telah mendatangi rumah sakit swasta di wilayah Rawalumbu yang disebut merawat anak tersebut untuk meminta konfirmasi.

Namun, perwakilan customer service berinisial WD meminta tim meninggalkan nomor telepon. Menurut WD, keterangan terkait persoalan tersebut hanya dapat disampaikan direktur rumah sakit apabila bersedia memberikan tanggapan.

BACA JUGA :  Jalan Rusak di Aren Jaya Bekasi Timur Jadi “Kubangan Ujian” Warga Keluhkan Bahaya, Perbaikan Tak Kunjung Merata

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh penjelasan langsung dari pihak rumah sakit mengenai informasi dugaan kendala penanganan akibat ketiadaan penjamin.

Anak tersebut diduga merupakan salah satu korban kecelakaan truk molen yang terguling di halte Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur, Minggu (1/11/2026). Keterkaitan itu masih memerlukan konfirmasi resmi.

Diketahui truk molen bermuatan beton diduga mengalami rem blong di Jalan Cut Mutia, Bekasi Timur, pada Minggu (1/11/2026) sore. Kendaraan berat itu kehilangan kendali, menghantam tembok Kampus Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), lalu menerjang warga di sekitar halte. Enam orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.

BACA JUGA :  Cek Fakta Anggaran Dana Hibah Rp1,7 Triliun Melalui Kesabngpol Kota Bekasi, Benar apa Hoaks?

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB itu bukan sekadar tabrakan kendaraan berat. Di antara para korban terdapat dua anak kecil yang saat kejadian berada di sekitar lokasi. Mereka menjadi bagian dari warga yang tengah menunggu angkutan umum, tanpa pernah membayangkan perjalanan pulang atau aktivitas sore itu akan berubah menjadi petak.

Truk molen bernomor polisi B 9584 MV tersebut melaju dari arah Unisma menuju Rawapanjang. Ketika melewati jalan menurun di depan Kampus UBSI, pengemudi mengaku tidak mampu lagi mengendalikan kendaraan karena sistem pengereman mengalami gangguan.

Kronologi penanganan medis, identitas korban, penyebab kematian, serta dugaan kendala akibat ketiadaan penjamin masih memerlukan penjelasan dari pihak rumah sakit dan instansi terkait.***