Scroll untuk baca artikel
Persona

“Bocah Ledok”: Dari Anak yang Diremehkan Menjadi Tokoh Politik Kota Bekasi, Kisah Rizki Topananda yang Menginspirasi

×

“Bocah Ledok”: Dari Anak yang Diremehkan Menjadi Tokoh Politik Kota Bekasi, Kisah Rizki Topananda yang Menginspirasi

Sebarkan artikel ini
Sebuah ruang refleksi mengenai perjalanan hidup, proses perjuangan, dan harapan yang tumbuh dari keterbatasan hadir dalam acara peluncuran buku berjudul Bocah Ledok di Aula Pondok Pesantren Daruttaubah, Harapan Jaya, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Sabtu (16/5/2026) - foto doc

Pilihan menjadikan Daruttaubah sebagai lokasi peluncuran buku bukan sekadar simbolis, tetapi bentuk penghormatan terhadap tempat yang membentuk pola pikir dan arah hidupnya.

Dari sanalah jiwa kepemimpinan Rizki semakin matang.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Perjalanan Rizki Topananda setelah dewasa menunjukkan bahwa perjuangan panjangnya tidak berhenti di bangku sekolah.

Ia pernah berkecimpung di BAZNAS, lalu dipercaya mendampingi Hanif Dhakiri saat menjabat Menteri Ketenagakerjaan era Presiden Joko Widodo.

BACA JUGA :  Gus Solah, Meninggal Dunia

Karier politiknya terus berkembang hingga dipercaya menjadi Ketua DPC PKB Kota Bekasi di usia muda. Tantangan besar datang ketika partainya hanya memiliki satu kursi di DPRD.

Namun di bawah kepemimpinannya, PKB Kota Bekasi berhasil melonjak menjadi lima kursi pada Pileg 2024 capaian yang memperkuat posisinya sebagai salah satu politisi muda potensial di Bekasi.

Kini, Rizki menjabat sebagai Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bekasi periode 2024–2029.

BACA JUGA :  Dari Profesor Hama ke Tersangka MBG: Kisah Dadan Hindayana, Sang Arsitek Makan Gratis yang Tersandung Dapur Sendiri

Yang menarik, Rizki sendiri menegaskan bahwa buku ini bukan untuk menjual luka masa lalu.

Pesan utama Bocah Ledok justru tentang proses, kesabaran, dan keyakinan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah.

Di tengah era media sosial yang penuh pencitraan instan, buku ini menghadirkan pesan sederhana namun kuat: perjuangan besar sering lahir dari tempat yang paling diremehkan.

Bocah Ledok bukan hanya kisah seorang politisi. Buku ini adalah refleksi tentang keteguhan seorang anak kecil yang memilih belajar ketika dihina, memilih diam ketika direndahkan, dan memilih bangkit ketika keadaan tidak berpihak.

BACA JUGA :  Sardi Minta Lurah Teluk Pucung Dievaluasi Terkait Larangan Penggunaan Halaman Kelurahan

Bagi generasi muda, terutama mereka yang sedang merasa tertinggal oleh keadaan, buku ini bisa menjadi pengingat bahwa proses hidup tidak pernah membohongi hasil.

Karena terkadang, anak yang paling diremehkan justru tumbuh menjadi sosok yang paling mampu mengubah segalanya.***