Scroll untuk baca artikel
LAMPUNGLAMPUNG TIMUR

Bukan Sekadar Lomba 17-an! Pemuda Kemiling Sulap HUT RI ke-81 Jadi Pesta Warga, Hadiahnya dari Sepeda hingga Kambing

×

Bukan Sekadar Lomba 17-an! Pemuda Kemiling Sulap HUT RI ke-81 Jadi Pesta Warga, Hadiahnya dari Sepeda hingga Kambing

Sebarkan artikel ini
Kemeriahan HUT RI ke-81 di Dusung Kemiling, Gunung Sugih Besar, Sekampung Udik Lampung Timur diisi dengan berbagai perlombaan hadiahnya dari swadaya pemuda setempat - foto dok

LAMPUNG TIMUR — Kalau biasanya kemeriahan HUT Kemerdekaan RI identik dengan bendera merah putih dan lomba makan kerupuk, warga Dusun Kemiling, Desa Pugung Raharjo dan Dusun Kemiling, Gunung Sugih Besar (GSB), Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur, punya cara sendiri untuk membuat perayaan HUT ke-81 RI lebih meriah.

Bukan sekadar lomba, panitia yang seluruhnya digerakkan pemuda-pemudi Kemiling menyiapkan rangkaian kegiatan yang melibatkan anak-anak hingga orang dewasa. Bahkan, hadiah yang disiapkan cukup membuat warga penasaran: kipas angin, dispenser, sepeda hingga kambing.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Jadi, kali ini yang dikejar bukan cuma garis finis. Kambing pun punya peluang ikut pulang bersama pemenang.

Rangkaian kegiatan berlangsung 20–22 Agustus 2026, mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB, dengan berbagai perlombaan anak-anak seperti makan kerupuk, memasukkan paku ke botol, cantol kawat atau topi besek, hingga menangkap bebek.

BACA JUGA :  Desa Migran Emas Dilaunching, Lampung Timur Jadi Basis Penguatan SDM Ekspor

Sementara warga dewasa tidak mau kalah. Panitia juga menyiapkan lomba voli, gaple, suami merias istri dan sejumlah permainan lainnya.

Kemeriahan tersebut merupakan hasil kerja kolektif pemuda-pemudi Kemiling yang sejak awal menjadi motor kegiatan. Mulai dari menyusun konsep, menyiapkan perlombaan hingga pelaksanaan dilakukan secara gotong royong.

Yang menarik, dukungan kegiatan tidak hanya datang dari warga sekitar. Pemuda-pemudi Kemiling yang bekerja di luar negeri turut menyumbangkan donasi untuk menyukseskan perayaan di kampung halaman.

Jarak ribuan kilometer rupanya tidak cukup untuk memutus urusan kampung. Badan boleh bekerja di luar negeri, tetapi hati masih ikut lomba di Kemiling.

Minggu Pagi, Semua Warga Turun ke Jalan

Puncak perayaan akan berlangsung Minggu, 23 Agustus 2026, melalui jalan sehat dan senam pagi bersama seluruh warga Dusun Kemiling.

BACA JUGA :  Pemilu 2024 di Lampung Timur Masih Sisakan Masalah Kecurangan

Kegiatan dimulai pukul 06.30 WIB dengan titik start dan finish di depan rumah Amsuri, Carek Gunung Sugih Besar.

Panitia menyiapkan berbagai doorprize menarik, mulai dari kipas angin, dispenser, sepeda hingga kambing.

Jalan sehat ini bukan sekadar agenda penutup. Bagi pemuda Kemiling, kegiatan tersebut menjadi momentum mempertemukan seluruh warga dari dua wilayah Kemiling, Kemiling Pugung Raharjo dan Kemiling Gunung Sugih Besar dalam suasana santai, sehat dan penuh kekeluargaan.

Pemuda Jadi Mesin Utama, Warga Jadi Penopang

Tokoh pemuda Sekampung Udik sekaligus anggota DPRD Lampung Timur, Tri Prabowo, mengapresiasi kreativitas pemuda-pemudi Kemiling yang mampu menghidupkan kegiatan positif di tengah masyarakat.

BACA JUGA :  32 Pramuka Lampung Timur Siap “Bawa Nama Daerah” di Jamnas XII, Dibekali Pesan Antinarkoba

“Kita cuma mengarahkan dan memberi suport moril supaya pemuda-pemudi membuat kegiatan yang sifatnya positif,” ungkap Tri Prabowo.

Menurutnya, kegiatan seperti ini penting karena bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar mengorganisasi kegiatan, membangun komunikasi dan menghidupkan kembali semangat gotong royong.

Perayaan HUT RI ke-81 di Kemiling akhirnya membuktikan satu hal yakni kemerdekaan tidak selalu harus dirayakan dengan acara mewah. Dengan swadaya, kreativitas pemuda dan gotong royong warga, kampung pun bisa berubah menjadi panggung kebersamaan.

Dan pada Minggu pagi nanti, ketika warga mulai berjalan bersama, senam bersama dan berburu doorprize, ada satu pertanyaan yang mungkin paling ditunggu:

siapa yang pulang membawa sepeda, dan siapa yang beruntung membawa kambing?***