Eforia Anies, Tapi Jangan Lupa Mafia Ferdy Sambo Masih Sangat Kuat

Anies Baswedan
Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta, menjadi Presiden yang paling banyak dipilih oleh anak muda dalam rilis survey indikator

Baca Juga : Giliran Pejabat Teras Lamtim Dipanggil Kemendagri, Terkait Gaji Aparatur Desa

Sekarang ini, kita bisa memahami situasi yang terjadi di Kepolisian. Sambo masihlah tetap Sambo.

Dalam arti, jaringan yang dia bangun selama ini terbukti mampu membungkam semua polisi –yang tinggi apalagi yang rendah.

Alat bungkam Sambo bukanlah pistol. Tapi, kartu truf dan uang besar. Sambo tahu apa-apa saja yang pernah dilakukan oleh para pembesar Trunojoyo, kata seorang sumber berbintang yang tidak masuk lingkaran Sambo.

Tidak hanya itu, Sambo juga menjaga hubungan baik dengan mereka. Yaitu, hubungan persaudaraan cuan.

Sambo memahami kesenangan para pembesar di lingkungan Polri. Para hedonis yang haus cuan itu.

Baca Juga : Siasat Menjegal, Kaum Begundal dan Binal

Untuk itulah dia membentuk jaringan pengumpul duit judi –judi online atau judi offline. Inilah yang dijelaskan oleh diagram Kaisar Sambo dan Konsorsium 303. Diagram ini dibuat sangat detail dengan “deep knowledge” (pengetahuan yang dalam) tentang perlindungan judi dan aliran dananya ke Ferdy Sambo.

Intinya, jaringan Sambo masih sangat kuat. Kalau pun kita lihat Kapolri telah mengambil tindakan tegas kepada Sambo dan para perwira tinggi (pati), perwira menengah (pamen), dan perwira pertama (pama) yang ikut dalam gerbong mafia mantan Kadiv Propam itu, itu hanya langkah-langkah kosmetik belaka. Bukan tindakan serius untuk membersihkan Polri.

Kalau Kapolri serius, kata Kamaruddin Simanjuntak, seharusnya jumlah tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J minimal 35 orang.

Hingga saat ini hanya dimunculkan 5 tersangka saja. Ke mana yang 30 orang lagi?

Boleh jadi bukan karena Kapolri tidak sungguh-sungguh. Melainkan karena dia tahu ranjau-ranjau Sambo yang bisa menyebabkan fatalitas.

Salah-salah, Jenderal Listyo Sigit sendiri bisa tergiring ke pojok yang mematikan.

Semua orang sepakat bahwa Polri harus diselamatkan dari virus Sambo. Mafia Sambo harus diberantas habis.

Untuk saat ini, yang harus berada di depan adalah Kapolri. Dia harus menunjukkan kepada publik bahwa dia masih memegang kendali navigasi Polri.

Pekerjaan Listyo masih sangat banyak dan sangat “toxic”.

Sebab itu, publik perlu memberikan perhatian dan dukungan agar Kapolri tidak lengah dan tidak setengah-setengah.

Di tengah eforia pencapresan Anies Baswedan yang saat ini menyita perhatian kita semua, jangan lupa mafia Ferdy Sambo masih sangat kuat.

26 September 2022
(Jurnalis Senior FNN)

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Admin

Baca Juga