LAMPUNG TIMUR – Sebuah video di media sosial facebook yang memperlihatkan antrean tak biasa di sebuah SPBU kawasan Prapatan Pugung, Desa Gunung Sugih Besar (GSB), Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur, mendadak viral di media sosial.
Bukan karena harga BBM turun, bukan pula karena ada promo isi penuh gratis kopi. Dalam video itu terdengar suara menyebut bahwa SPBU tersebut sepertinya khusus ‘ngecor’
Yang menjadi perhatian justru dugaan adanya “jalur khusus” bagi pengecer (ngecor) sehingga pengendara biasa harus rela mengantre lebih lama.
Ironisnya, dalam video tersebut terlihat satu orang bahkan membawa dua hingga tiga sepeda motor untuk mengisi BBM secara bergantian.
Fenomena itu memancing gelombang komentar dari warganet yang mengaku kondisi tersebut bukan hal baru.
SPBU atau Terminal Pengecer?
Dalam unggahan media sosial yang viral itu, pemilik akun menulis:
“Pom bensin khusus ngecor ya. Dah nggak ada lagi jalur untuk umum. Semua motor gedek khusus ngecor. Satu orang dua sampai tiga motor ngantri.”
Unggahan tersebut langsung menjadi bahan perbincangan warga Lampung Timur.
Banyak yang mempertanyakan mengapa antrean kendaraan pengecer justru tampak lebih mendominasi dibanding masyarakat yang sekadar ingin membeli BBM untuk kebutuhan sehari-hari.
Bahkan, menurut sejumlah komentar, antrean Pertalite di lokasi tersebut kerap mengular hingga ke badan jalan.
Warganet: Kami yang Mau Isi Satu Motor Malah Lama Menunggu
Kolom komentar dipenuhi pengalaman serupa dari warga.
Beberapa di antaranya menyarankan agar SPBU membuat jalur berbeda antara masyarakat umum dan pengecer.
“Kalau bisa dibagi dua jalur. Satu khusus pengecer, satu untuk umum. Kasihan masyarakat yang cuma mau isi motor.”
Ada pula warga yang mengaku sudah enggan mengisi BBM di SPBU tersebut karena antrean yang terlalu panjang.
“Saya tadi mau isi, lihat antreannya sampai ke jalan, akhirnya batal.”
Komentar lain bahkan menyebut fenomena tersebut sudah berlangsung cukup lama.
“Ini bukan kejadian baru, sudah lama seperti ini.”
Sebagian warga juga mengaku sering melihat satu orang membawa dua hingga empat sepeda motor untuk mengisi BBM sebelum dijual kembali.
Kalau kondisi ini benar terjadi secara terus-menerus, logikanya memang terasa unik.
Orang yang datang membawa satu motor justru harus bersabar di belakang orang yang membawa dua, tiga, bahkan empat motor.
Ibarat datang membeli satu mangkok bakso, tetapi harus antre di belakang orang yang sedang belanja untuk satu kampung.
Lucunya lagi, istilah “ngecor” yang biasanya identik dengan pekerjaan bangunan kini justru lebih akrab terdengar di area SPBU.
Yang dicor bukan semen, melainkan Pertalite.
Ada yang Membela, Ada yang Mengkritik
Meski mayoritas mengeluhkan antrean panjang, sebagian warganet menilai aktivitas pengecer juga merupakan bagian dari mata pencaharian masyarakat desa.
Menurut mereka, pengecer membantu distribusi BBM ke wilayah yang jauh dari SPBU.
Namun warga berharap aktivitas tersebut tetap diatur agar tidak mengganggu masyarakat umum.
Beberapa usulan yang muncul antara lain:
- Membuat jalur khusus bagi pengecer.
- Membatasi jumlah kendaraan yang dapat diisi oleh satu orang.
- Menambah pengawasan petugas SPBU.
- Mengatur jam pelayanan bagi pengecer agar tidak bercampur dengan jam sibuk masyarakat.
Perlu Evaluasi Demi Keadilan Pelayanan
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa pelayanan BBM bersubsidi harus mengutamakan asas keadilan.
Jika benar terdapat praktik satu orang mengantre menggunakan beberapa sepeda motor secara bergantian, tentu diperlukan pengaturan agar masyarakat umum tetap memperoleh hak pelayanan secara layak.
Pasalnya, BBM bersubsidi sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, bukan menciptakan antrean panjang yang membuat pengguna biasa justru memilih putar balik.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun Pertamina terkait mekanisme pelayanan di lokasi tersebut.
Komentar Warganet yang Menjadi Sorotan
- “Kalau bisa dibagi dua jalur, khusus pengecer dan umum.”
- “Sudah lama seperti ini.”
- “Saya batal isi karena antreannya sampai jalan.”
- “Satu orang bawa dua sampai empat motor.”
- “Kasihan yang cuma mau isi satu motor.”
- “Harusnya ada pengaturan supaya adil.”
Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan video viral dan berbagai komentar warganet. Dugaan mengenai adanya jalur khusus bagi pengecer serta mekanisme pelayanan di SPBU tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak pengelola SPBU dan Pertamina agar informasi yang beredar dapat dipastikan kebenarannya.***













