WawaiNEWS.ID – Bintang The Hunger Games, Jennifer Lawrence, mengungkap pengalaman tidak menyenangkan di lokasi syuting yang membuatnya harus turun tangan dengan keras. Aktris peraih Oscar itu mengaku pernah menegur kru film yang nekat menyaksikan adegan tanpa busana, meski tidak memiliki izin berada di lokasi tertutup (closed set).
Pengakuan tersebut disampaikan Lawrence saat menjadi bintang tamu podcast Call Her Daddy, Selasa (28/10/2026), sebagaimana diberitakan Page Six.
Lawrence menceritakan, seorang anggota kru yang tidak termasuk dalam daftar personel berwenang justru berada di lokasi ketika dirinya menjalani adegan telanjang.
“Saya langsung menegur dan menindaknya dengan sangat keras,” ungkap Lawrence.
Baginya, persoalan tersebut bukan sekadar ketidaknyamanan pribadi. Ada prinsip profesionalisme dan perlindungan privasi aktor yang harus dihormati oleh seluruh orang di lokasi produksi.
Lawrence juga menegaskan bahwa keberaniannya bersikap tegas berkaitan dengan perlindungan terhadap aktor-aktor muda yang belum memiliki pengaruh besar di industri perfilman.
“Kalau kita tidak menetapkan prinsip seperti ini di level kita sekarang, apa yang bakal terjadi pada pemula berusia 18 tahun?” ujarnya.
Ia menggambarkan dilema yang mungkin dihadapi aktor pendatang baru ketika menemukan kru tidak berwenang berada di lokasi adegan sensitif. Mereka bisa saja memilih diam karena takut dicap sulit diajak bekerja sama.
Padahal, tidak seharusnya seorang aktor dipaksa memilih antara mempertahankan privasi atau mempertaruhkan kariernya.
Menurut Lawrence, figur yang memiliki posisi kuat di industri perlu berani menetapkan batasan agar praktik semacam itu tidak dianggap sebagai sesuatu yang lumrah.
Menariknya, Lawrence menegaskan dirinya bukan aktris yang menolak semua adegan tanpa busana. Ia bersedia menjalani adegan sensitif selama memiliki alasan artistik yang jelas dan didukung lingkungan kerja yang profesional.
Ia mencontohkan pengalamannya dalam film thriller Red Sparrow (2018) garapan sutradara Francis Lawrence. Dalam produksi tersebut, ia mengaku merasa aman dan nyaman meskipun harus menjalani adegan tanpa busana.
Perbedaan pengalaman itu menunjukkan bahwa persoalannya bukan semata-mata keberanian seorang aktris tampil terbuka di depan kamera, melainkan bagaimana produksi film menghormati batas privasi dan persetujuan para pemain.
Lawrence tidak mengungkap judul film dalam insiden kru tak berizin tersebut. Namun, pesannya cukup jelas: lokasi syuting bukan ruang bebas bagi siapa pun untuk menyaksikan tubuh aktor tanpa kewenangan.
Hollywood boleh menjual adegan dramatis, sensual, bahkan kontroversial kepada penonton. Tetapi di balik kamera, profesionalisme tetap memiliki batas yang tidak boleh dilanggar.
Sebab, kamera boleh merekam adegan sesuai naskah, tetapi bukan berarti semua orang di lokasi berhak menjadi penonton. ***













