Scroll untuk baca artikel
LampungPolitik

Kereen, Spanduk Capres Ganjar Bergambar Bacaleg PDIP Dapil Lampura, Nangkring di Pagar SD

×

Kereen, Spanduk Capres Ganjar Bergambar Bacaleg PDIP Dapil Lampura, Nangkring di Pagar SD

Sebarkan artikel ini
Spanduk bakal calon presiden Ganjar Pranowo, bergambar Bacaleg PDIP Dapil Lampung Utara nangkring di pagar Sekolah Dasar Negeri  (SDN) Sindangsari

WAWAINEWS.ID – Tak patut ditiru, Spanduk bakal calon presiden Ganjar Pranowo, bergambar Bacaleg PDIP Dapil Lampung Utara nangkring di pagar Sekolah Dasar Negeri  (SDN) Sindangsari.

Spanduk itu tertangkap kamera  Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, yang bertuliskan: Ragam Warna Nusantara, Ganjar Pranowo Untuk Indonesia. Lalu, di bagian bawahnya pakai tanpa kutip tulisannya “Yang Benar Pilih Ganjar”. Tertulis juga: Sahabat Ganjar (Saga).

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

BACA JUGA: Ratusan Emak-emak di Lampung Utara Nagmuk Kena ‘PHP’ Relawan Ganjar Pranowo

Di kiri dan kanannya, foto bakal calon anggota legislatif Irwansyah Agung asal PDI Perjuangan Bacaleg untuk DPRD Provinsi Lampung Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung Utara – Waykanan.

Diketahui bahwa Irwansyah Agung juga menjabat sekretaris Banteng Muda Indonesia (BMI) Provinsi Lampung.

Spanduk itu pun menambah deretan catatan merah, Sahabat Ganjar karena dihari yang juga saat ada dipembagian sembako terjadi kerusuhan  di Kelurahan Sindang Sari, Lingkungan 4, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara.

BACA JUGA: Prabowo Masa Lalu, Anies Masa Depan, Ganjar Masa Iya?

Ratusan warga didominasi emak-emak ngamuk merasa di PHP oleh relawan Saga ketika menggelar sosialisasi di Lingkungan 4, Kelurahan Sindang Sari. Mereka diajak bersih-bersih dan gotong-royong mengecat gardu pos ronda lingkungan setempat dengan iming-iming mendapatkan paket sembako. Namun, hanya sebagian warga yang mendapatkan paket sembako.

Akibatnya, sebagian besar emak-emak marah, teriak, ada yang sampai luka, nyaris terjadi kekerasan. Seorang pria sempat seperti hendak mengeluarkan badik merasa harga dirinya disepelekan.

Warga meneriakan para Panitia Saga sebagai penipu dan tidak akan memilih Ganjar sebagai presiden. Belum apa-apa kok, warga sudah dibohongi, ujar seorang emak-emak. (*)