LAMPUNG TIMUR — Bau menyengat dari Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Tanjung Wangi, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur, akhirnya tidak lagi berhenti sebagai keluhan warga.
Setelah pemberitaan media ini menyoroti bau limbah yang disebut membuat warga sekitar terganggu hingga merasa mual, Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG Waway Karya Muhammad Khoirudin turun langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi dapur dan sistem pengelolaan limbah.
Hasil pengecekan awal justru menemukan persoalan yang sebelumnya dikeluhkan warga bahwa sistem penyaringan limbah belum bekerja secara efektif dan bau masih tercium di sekitar lokasi.
Dengan kata lain, persoalannya bukan lagi sekadar hidung warga yang terlalu sensitif. Ada sistem penyaringan yang memang perlu dibenahi.
“Penyaringannya masih ada yang kurang efektif sehingga masih mengeluarkan bau. Kami sudah menyampaikan agar segera diperbaiki. Ini menjadi teguran agar dalam penyelenggaraan program ini bisa berjalan dengan baik,” ujar Korcam SPPG Waway Karya Muhammad Khoirudin saat berada di lokasi.
Sebelumnya, keluhan warga mengenai bau menyengat dari sekitar Dapur MBG Tanjung Wangi telah mencuat. Bau tersebut disebut mengganggu aktivitas warga dan bahkan menimbulkan rasa mual.
Korcam kemudian menyatakan akan turun langsung untuk memastikan kondisi sebenarnya, termasuk melihat sistem pembuangan, penyaringan limbah dan aspek lingkungan. Kini pengecekan itu telah dilakukan.
Dan hasilnya cukup terang: masih ada bagian sistem penyaringan yang belum efektif.
Temuan tersebut sekaligus menjadi jawaban atas keresahan warga yang sebelumnya hanya bisa mencium bau, sementara sumber persoalannya belum mendapatkan penjelasan yang jelas.
Ironisnya, program yang namanya Makan Bergizi Gratis tentu diharapkan membawa manfaat dan kebaikan bagi masyarakat. Jangan sampai makanannya bergizi, tetapi lingkungan di sekitar dapurnya malah harus “menikmati” aroma limbah.
Korcam SPPG Waway Karya menegaskan kedatangannya bukan sekadar memenuhi janji setelah persoalan diberitakan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan langsung kondisi yang dikeluhkan masyarakat.
Dari pemeriksaan tersebut, pengelola diminta segera melakukan pembenahan terhadap sistem penyaringan.
Teguran itu menjadi penting karena persoalan bau dari dapur MBG di Tanjung Wangi sudah menjadi perhatian masyarakat sekitar. Jika tidak segera dibenahi, persoalan sederhana soal penyaringan limbah bisa berkembang menjadi keresahan lingkungan yang lebih besar.
“Penyaringannya masih ada yang kurang efektif sehingga masih mengeluarkan bau,” kata Korcam.
Pernyataan tersebut juga menunjukkan bahwa keluhan warga tidak berhenti sebagai cerita dari mulut ke mulut. Ketika dicek ke lapangan, memang terdapat bagian sistem yang perlu diperbaiki.
Warga sekitar berharap perbaikan tidak berhenti sebatas teguran.
“Bau itu harus segera diperbaiki. Jangan sampai nanti memicu reaksi warga. Lingkungan juga harus mendapatkan perhatian yang jelas,” ungkap seorang warga.
Kekhawatiran tersebut cukup beralasan. Lingkungan permukiman bukan tempat yang tepat untuk membiarkan persoalan bau berlarut-larut.***












