Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

Pemkot Bekasi Awasi Ketat 249 SPPG, Keamanan MBG Disorot

×

Pemkot Bekasi Awasi Ketat 249 SPPG, Keamanan MBG Disorot

Sebarkan artikel ini
Tri Adhianto saat memimpin rapat koordinasi sinergitas pelaksanaan MBG bersama jajaran terkait di Aula Nonon Sonthanie, Jumat (28/8/2026)

BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi memperkuat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah semakin luasnya cakupan layanan. Keamanan pangan, kualitas makanan hingga ketepatan distribusi menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, saat ini sekitar 249 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di Kota Bekasi. Jumlah tersebut dinilai membutuhkan koordinasi dan pengawasan yang lebih ketat agar pelaksanaan MBG tetap berjalan sesuai tujuan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Hal itu disampaikan Tri saat memimpin rapat koordinasi sinergitas pelaksanaan MBG bersama jajaran terkait di Aula Nonon Sonthanie, Jumat (28/8/2026).

BACA JUGA :  Revo Town Kota Bekasi Kebakaran, Damkar Turunkan 8 Unit Mobil Pemadam

“Dengan jumlah dapur SPPG yang sudah mencapai sekitar 249, tentu koordinasi harus semakin kuat. Kita ingin program makan bergizi gratis ini berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Tri.

Menurutnya, bertambahnya jumlah penerima manfaat harus diimbangi dengan peningkatan standar pelayanan. Terlebih, persoalan keamanan pangan yang terjadi dalam pelaksanaan MBG di sejumlah daerah menjadi bahan evaluasi bagi Pemkot Bekasi.

“Karena yang kita layani adalah anak-anak dan masyarakat, maka keamanan pangan, kebersihan dan kualitas makanan harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.

BACA JUGA :  Gelar Konfrensi Pers, Polisi Ungkap Terkait Temuan 7 Mayat di Kali Bekasi

Tri meminta seluruh pengelola SPPG memperhatikan setiap tahapan penyelenggaraan MBG, mulai dari pemilihan bahan makanan, proses pengolahan, hingga pendistribusian kepada penerima manfaat.

Ia mengingatkan agar percepatan pelaksanaan program tidak mengorbankan aspek keamanan dan kualitas makanan.

“Jangan sampai karena kita ingin program ini berjalan cepat, kemudian aspek keamanan dan kualitasnya terabaikan. Kita ingin MBG memberikan manfaat, tetapi juga harus aman bagi penerima manfaat,” tegasnya.

Selain pengawasan teknis, Pemkot Bekasi mendorong komunikasi dan evaluasi rutin antara pemerintah daerah, pengelola SPPG serta pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG.

BACA JUGA :  Resmikan Taman Bhineka Bekasi, Tri Adhianto Siapkan Penerangan dan Bahas Anggaran Lingkungan

Evaluasi dinilai penting untuk memastikan setiap persoalan di lapangan dapat segera diketahui dan ditangani sebelum berdampak kepada penerima manfaat.

Tri menegaskan Pemkot Bekasi siap memperkuat kolaborasi dalam mengawal program tersebut, terutama terkait keamanan pangan, kualitas gizi dan ketepatan distribusi.

“Program ini harus kita kawal bersama. Pemerintah Kota Bekasi siap bersinergi agar pelaksanaannya semakin baik, aman, tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. ***