Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

Pasar Baru Bekasi Ditata, Pedagang Keluhkan Sewa hingga Rp700 Ribu

×

Pasar Baru Bekasi Ditata, Pedagang Keluhkan Sewa hingga Rp700 Ribu

Sebarkan artikel ini
Foto: Kondisi tersebut menjadi perhatian Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat meninjau langsung Pasar Baru Bekasi, Jumat (28/8/2026).

BEKASI — Penataan Pasar Baru Bekasi memasuki tahap baru setelah lapak pedagang di sepanjang Jalan Prof. Moh. Yamin direlokasi. Namun, di tengah upaya memperbaiki wajah pasar, persoalan lain muncul, pedagang mengeluhkan tingginya biaya sewa dan minimnya pengunjung.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat meninjau langsung Pasar Baru Bekasi, Jumat (28/8/2026).

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Dalam kunjungan itu, Tri melihat sejumlah titik pasar yang tengah direnovasi, termasuk Blok 2. Penataan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan PT Mitra Patriot (PTMP).

Tak hanya memeriksa kondisi bangunan, Tri juga berdialog dengan pedagang untuk mengetahui langsung dampak penataan terhadap aktivitas perdagangan.

BACA JUGA :  LINAP Minta DBMSDA Kota Bekasi Transparan Terkait Lelang Konsolidasi

Sejumlah pedagang mengeluhkan harga sewa lapak yang kini berada di kisaran Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per bulan. Di sisi lain, jumlah pengunjung dinilai masih rendah sehingga omzet pedagang belum kembali seperti yang diharapkan.

Persoalan tersebut menjadi perhatian serius karena penataan pasar tidak cukup hanya menghasilkan bangunan yang lebih rapi. Pemerintah juga dituntut memastikan pedagang mampu bertahan dan kembali mendapatkan pembeli.

“Penataan pasar harus dilakukan dengan melihat kondisi dan keberlangsungan pedagang. Kita tidak hanya membenahi bangunannya, tetapi juga harus mendengarkan apa yang menjadi keluhan mereka, termasuk soal harga sewa dan aktivitas pengunjung,” kata Tri.

BACA JUGA :  Warga Rw 026 Wanasari Tutup Akses Masuk Kendaraan Proyek Perumahan

Menurutnya, Pemkot Bekasi bersama PTMP akan mengevaluasi persoalan tersebut secara menyeluruh. Pembahasan lanjutan dijadwalkan dilakukan pada Senin mendatang untuk mencari solusi yang tidak memberatkan pedagang.

“Kita akan diskusikan untuk mencari solusi terbaiknya. Targetnya bukan hanya pasar menjadi lebih tertata, tetapi bagaimana pedagang bisa berusaha dengan nyaman dan pengunjung kembali ramai datang ke Pasar Baru,” ujarnya.

Pedagang berharap pembenahan fisik pasar dibarengi langkah konkret untuk mendatangkan kembali konsumen.

Berlan (54), salah seorang pedagang, mengatakan kondisi pasar yang sepi menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang.

“Kami para pedagang berharap pasar semakin ramai dan kembali laris dagangannya. Kalau tempatnya sudah diperbaiki, kami juga berharap harga sewanya bisa disesuaikan agar tidak terlalu memberatkan pedagang,” ujarnya.

BACA JUGA :  RSUD CAM Bekasi Dituding Bangkrut, Manajemen: Layanan Jalan Terus, Bukan Gulung Tikar

Persoalan Pasar Baru kini bukan sekadar soal relokasi dan renovasi. Setelah lapak ditata, tantangan berikutnya adalah memastikan pasar kembali hidup.

Pemkot Bekasi dituntut tidak berhenti pada pembenahan fisik, tetapi juga menghadirkan solusi atas biaya sewa, meningkatkan kunjungan masyarakat, serta menciptakan ekosistem perdagangan yang mampu membuat pedagang kembali bergairah.

Dengan demikian, penataan Pasar Baru tidak hanya mengubah tampilan kawasan, tetapi benar-benar mengembalikan fungsi pasar sebagai pusat perdagangan dan sumber penghidupan masyarakat. ***