Sambut Bulan Ramadhan, Pemprov Lampung Gelar Ritual Budaya Blangikhan

Pemprov Lampung bersama Lampung Sai menggelar tradisi budaya blangikhan menyambut bulan suci ramadhan 1443 H. Mandi di kolam itu di pusatkan di Teluk Betung Utara, Kamis (24/3/2022)- foto Adpim
Pemprov Lampung bersama Lampung Sai menggelar tradisi budaya blangikhan menyambut bulan suci ramadhan 1443 H. Mandi di kolam itu di pusatkan di Teluk Betung Utara, Kamis (24/3/2022)- foto Adpim

WAWAINEWS - Menjaga budaya dan tradisi, DPP Lampung Sai menggelar Blangikhan atau mandi di sunagi dengan tujuan untuk membersihkan diri menyambut bulan suci Ramadhan 1443 H.

Kegiatan tersebut digelar, DPP Lampung Sai bersama Pemerintah Provinsi Lampung bertempat di Bumi Kedaton Resort, Batu Putu, Teluk Betung Utara, Kamis (24/3/2022).

Blangiran tersebut diawali arak-arakan kereta kencana menuju lokasi Teluk Betung Utarauntuk melakukan ritual mandi di kolam atau sungai yang menjadi simbol kebersihan jasmani dan rohani.

Acara budaya itu dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP Lampung Sai Komjen Pol (Purn) Sjachroedin ZP atau biasa disapa Kiay Oedin, Sekretaris Daerah Fahrizal Darminto.

Rangkaian kegiatan itu, dilakukan prosesi penyerahan sarana Blangikhan berupa guci atau kendi berisi air dari tujuh mata air keramat di Lampung yang kemudian dipecahkan sebagai tanda dimulainya Blangikhan.

Dilanjutkan, menyiram muli mekhanai dan diakhiri menebar benih ikan. Acara ini turut dihadiri Irjen Pol (Purn) Taufiqurrahman Ruki dan mantan Bupati Lampung Tengah Andy Achmad Sampurnajaya.

Kemudian, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta yang tergabung dalam Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) dan Forum Komunikasi Masyarakat Lampung

Ketua Harian Rycko Menoza SZP mengatakan Blangikhan ini merupakan teradisi yang rutin dilakukan dalam rangka menyambut masuknya Bulan Ramadhan.

"Tradisi ini untuk terus diselestarikan oleh generasi muda agar bisa memahami adat isitiadat yang dilestarikan nenek moyang kita sekaligus memperkenalkan Lampung tidak hanya di mata nasional tapi internasional," ujar Rycko.

Rycko menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung atas partisipasi dalam mendukung kegiatan Blangikhan.

"Tradisi Lampung ini adalah simbol untuk mensucikan hati, sebagai bekal memasuki bulan Suci Ramadhan sehingga dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan khusyuk," ujar Sekdaprov Fahrizal.

Fahrizal mengatakan Blangiran merupakan ritual yang secara turun menurun diwariskan oleh leluhur.

Selanjutnya 1 2
Penulis: Soemntri

Baca Juga