Scroll untuk baca artikel
Uncategorized

Sudah Diukur Berkali-kali, Jembatan Gantung di Tanggamus Masih Cuma Jadi Objek Survei

×

Sudah Diukur Berkali-kali, Jembatan Gantung di Tanggamus Masih Cuma Jadi Objek Survei

Sebarkan artikel ini
Kondisi jembatan gantung di Pekon Sinar Jawa, Kecamatan Air Naningan, Tanggamus cukup memprihatinkan, Minggu (24/5). - foto doc

TANGGAMUS – Pemerintah Pekon Sinar Jawa, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, kembali menggelar musyawarah bersama warga terkait kondisi jembatan gantung yang kini lebih mirip arena uji keberanian ketimbang fasilitas umum.

Ironisnya, meski sudah lama dikeluhkan dan bahkan sempat memakan korban insiden seorang pelajar, pembangunan jembatan tersebut masih sebatas wacana yang bolak-balik diukur tanpa ujung pengerjaan, Minggu (24/5/2026).

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Warga mengaku resah karena jembatan yang menjadi akses utama masyarakat itu setiap hari dilintasi pelajar, petani, hingga warga yang mencari nafkah. Namun sampai sekarang, harapan perbaikan masih menggantung persis seperti kondisi jembatannya.

BACA JUGA :  Dari Panggung Dangdut ke Garasi: Juara KDI 2026 Intan Putri Dihadiahi Mobil oleh Bos Rokok yang Terharu Nonton TV Tengah Malam!

Kasi Pemerintahan Pekon Sinar Jawa, Eko Sukamto, mengatakan masyarakat terus menunggu langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Menurutnya, warga bukan lagi membutuhkan janji atau survei tambahan, melainkan pembangunan nyata sebelum muncul korban berikutnya.

“Warga sangat mengharapkan pembangunan jembatan gantung itu,” tegas Eko.

Ia menjelaskan, pihak pekon bersama TNI bahkan sudah tiga kali turun melakukan peninjauan dan pengukuran di lokasi. Namun entah apa yang masih kurang, hasil pengukuran tersebut hingga kini belum juga berubah menjadi pembangunan fisik.

“Kami bersama TNI sudah tiga kali meninjau dan melakukan pengukuran jembatan itu,” ujarnya.

BACA JUGA :  Banjir 2025, Ribuan Hektar Sawah di Lampung Terancam Gagal Panen, Terparah di Lamtim

Kalau pengukuran terus dilakukan tanpa realisasi, warga mulai bertanya-tanya: yang dibangun jembatannya atau kesabaran masyarakatnya?

Eko juga mengaku belum menerima kepastian dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus terkait tindak lanjut pembangunan. Padahal insiden terhadap seorang siswa sempat terjadi saat melintasi jembatan tersebut.

“Meski sudah terjadi insiden, namun belum ada kepastian dari pemerintah terkait,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pekon Sinar Jawa menegaskan bahwa keberadaan jembatan gantung tersebut sangat vital bagi aktivitas masyarakat. Selain menjadi akses utama anak sekolah, jembatan itu juga menjadi jalur ekonomi warga untuk membawa hasil pertanian dan menjalankan aktivitas sosial sehari-hari.

BACA JUGA :  Awater dan HS Sumatra Curi Perhatian di Festival Sekappung Limo Migo II, Kolaborasi Bisnis dan Budaya Lampung Tuai Apresiasi

Menurutnya, kondisi jembatan saat ini sudah sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan segera, bukan sekadar kunjungan lapangan yang berulang tanpa hasil pasti.

“Kami berharap aspirasi warga ini dapat segera ditindaklanjuti, karena kondisi jembatan saat ini memang sudah cukup mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan secepatnya,” ujarnya.

Di tengah belum adanya kepastian pembangunan, pemerintah pekon mengimbau warga tetap berhati-hati saat melintas. Sebab untuk sementara ini, keselamatan warga tampaknya masih harus bertumpu pada doa, keseimbangan badan, dan harapan agar papan jembatan tidak patah di tengah jalan.***