Scroll untuk baca artikel
Lampung

Terjawab Sudah! Penyebab Dokter Koas UI Ditemukan Tewas di Metro Diungkap Kemenkes dan Polisi

×

Terjawab Sudah! Penyebab Dokter Koas UI Ditemukan Tewas di Metro Diungkap Kemenkes dan Polisi

Sebarkan artikel ini
Penemuan mayat di Guest House Kota Metro, seorang dokter muda yang masih KOAS ditemukan meninggal di kamar kos, Selasa (21/7) - foto dok ist

LAMPUNG TIMUR – Misteri kematian dokter muda Zulfikar (25), mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) yang sedang menjalani program koas di RSUD KH Ahmad Hanafiah Sukadana, Lampung Timur, akhirnya mulai menemui titik terang.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI bersama kepolisian menyatakan, korban dipastikan meninggal akibat penyakit yang dideritanya, bukan karena tindak kekerasan, perundungan, maupun beban kerja berlebihan selama menjalani pendidikan profesi.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Meski demikian, jenis penyakit yang diderita korban tidak diungkap ke publik sebagai bentuk penghormatan terhadap privasi almarhum dan keluarganya.

Kepastian tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Aula RSUD KH Ahmad Hanafiah, Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, Kamis (23/7/2026).

BACA JUGA :  Proyeksi Anggaran Tak Tercapai, Hutang Proyek Pemkab Tanggamus Nyaris Tembus Angka Rp100 Miliar

Konferensi pers dihadiri Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (Dirjen SDMK) Kementerian Kesehatan RI, perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Federasi Serikat Pekerja Medis Indonesia (FSPMI), jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, Wakapolres Lampung Timur, Plt Direktur RSUD KH Ahmad Hanafiah, serta unsur kepolisian.

Dirjen SDMK Kementerian Kesehatan RI, Yuli Farianti, menegaskan hasil investigasi bersama kepolisian menunjukkan penyebab kematian korban berkaitan dengan kondisi kesehatannya.

“Korban meninggal disebabkan akibat sakit yang tidak bisa diungkapkan kepada publik,” ujar Yuli.

Menurutnya, tim investigasi telah menelusuri berbagai kemungkinan yang berkembang di masyarakat, termasuk dugaan adanya tekanan selama menjalani pendidikan profesi.

Namun hasil pemeriksaan tidak menemukan indikasi tersebut.

“Hasil investigasi tidak ditemukan kelebihan beban kerja, perundungan maupun intimidasi,” jelasnya.

BACA JUGA :  Warga Sukacai Digegerkan Penemuan Mayat Tergantung di Kebun Jagung

Yuli juga mengungkapkan bahwa sebelum meninggal dunia, almarhum sempat mengajukan izin untuk menjalani pengobatan.

Selama proses tersebut, pihak rumah sakit memberikan izin sesuai kebutuhan, dan korban diketahui sempat menjalani perawatan medis di RS Mardi Waluyo.

Sementara itu, Kapolresta Metro AKBP Hangga Utama Darmawan memastikan hasil olah tempat kejadian perkara maupun pemeriksaan forensik tidak menemukan adanya unsur pidana.

Menurutnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Selain itu, kondisi kamar tempat korban ditemukan juga dalam keadaan tertutup dari dalam.

“Baik pintu maupun jendela tidak ditemukan hal yang mencurigakan. Apabila ada orang yang masuk melalui akses tersebut, tentu akan terekam kamera CCTV,” terang Hangga.

Pernyataan tersebut memperkuat hasil penyelidikan bahwa tidak terdapat indikasi keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut.

BACA JUGA :  Warga 19 Desa di Pesawaran Geruduk BPN Lampung,  Tuntut Ukur Ulang Lahan PTPN 7 Way Berulu

Sebelumnya, Zulfikar ditemukan meninggal dunia di kamar nomor 126 Guest House Sakinah, Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Korban saat itu tengah menjalani program koas di RSUD KH Ahmad Hanafiah Sukadana, Lampung Timur.

Kabar meninggalnya dokter muda tersebut sempat memicu berbagai spekulasi di media sosial, termasuk dugaan adanya tekanan selama menjalani pendidikan profesi.

Namun berdasarkan hasil investigasi bersama Kementerian Kesehatan dan kepolisian, dugaan tersebut tidak terbukti.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta menghormati privasi keluarga almarhum di tengah suasana duka.***