LAMPUNG UTARA – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-45 tingkat Kabupaten Lampung Utara menghadirkan lebih dari sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an. Di balik kemeriahan syiar Islam yang dipusatkan di Pondok Pesantren Walisongo, Kecamatan Abung Selatan, ribuan warga juga memadati pasar murah yang digelar pemerintah daerah. Hasilnya, berbagai kebutuhan pokok ludes diserbu masyarakat hanya dalam hitungan jam.
Beras, telur, gula, minyak goreng hingga sayuran segar menjadi komoditas yang paling banyak diburu. Antusiasme warga menunjukkan bahwa kehadiran pasar murah bukan hanya pelengkap kegiatan MTQ, tetapi menjadi kebutuhan nyata di tengah kondisi harga bahan pokok yang masih fluktuatif.
Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis didampingi Sekretaris Daerah Intji Indriati bersama sejumlah kepala OPD turun langsung meninjau lokasi pasar murah yang berada tepat di depan arena utama MTQ di Lapangan Bandar Kagungan Raya, Selasa (21/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Hamartoni menyapa warga yang mengantre sejak pagi sekaligus berdialog dengan distributor pangan, pelaku UMKM, dan pedagang yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Menurut pemerintah daerah, pasar murah menjadi salah satu langkah konkret menjaga stabilitas harga sekaligus mengendalikan inflasi daerah di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi selama pelaksanaan MTQ.
Plt Kepala Dinas Perdagangan Lampung Utara Hendri menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan Bulog, distributor pangan, perusahaan swasta, serta berbagai organisasi perangkat daerah agar masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.
“Melalui pasar murah ini kami ingin membantu masyarakat memperoleh sembako dengan harga yang lebih murah sekaligus mendukung suksesnya penyelenggaraan MTQ ke-45,” ujarnya.
Data Dinas Perdagangan menunjukkan tingginya animo masyarakat. Sebanyak 60 sak beras Bulog kemasan lima kilogram habis terjual dengan harga Rp58 ribu per sak. Minyakita dipasarkan Rp15.500 per liter, sementara 240 kilogram gula pasir juga ludes diborong warga.
Komoditas yang paling cepat habis adalah telur. Lebih dari 400 kilogram telur dari dua distributor terjual dengan harga Rp25 ribu per kilogram. Mi instan, sabun rumah tangga, hingga sayuran segar pun ikut habis dibeli pengunjung.
Wati (45), warga Semuli Jaya, mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk berbelanja sekaligus menyaksikan rangkaian MTQ.
“Ramai sekali. Kami bisa belanja lebih murah, sekaligus menikmati MTQ dan hiburan untuk anak-anak. Ekonomi di sini jadi hidup,” katanya.
Hal senada disampaikan Juriah (46). Menurutnya, pasar murah sangat membantu masyarakat di tengah harga kebutuhan pokok yang belum sepenuhnya stabil.
“Harga telur Rp25 ribu per kilogram, gula juga lebih murah. Semoga kegiatan seperti ini lebih sering diadakan karena sangat membantu warga,” ujarnya.
Selain pasar murah, kawasan MTQ juga dipenuhi stan UMKM yang menjual berbagai produk olahan pangan lokal, hasil pertanian, hingga makanan ringan. Kehadiran hiburan rakyat seperti komedi putar turut menambah keramaian sehingga kawasan Abung Selatan berubah menjadi pusat aktivitas masyarakat selama pelaksanaan MTQ.
Di sisi lain, Polres Lampung Utara menerjunkan personel untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan. Pengamanan dilakukan sejak sebelum acara dimulai dengan menempatkan petugas di pintu masuk, arena utama, hingga jalur lalu lintas guna mengantisipasi kepadatan kendaraan dan menjaga situasi tetap kondusif.
Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan melalui Kasi Humas IPTU Herawati menegaskan, kehadiran kepolisian merupakan bentuk komitmen memberikan rasa aman bagi masyarakat selama kegiatan berlangsung.
“Polri hadir untuk memberikan rasa aman sehingga masyarakat dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tenang, tertib, dan nyaman. Kami ingin pelaksanaan MTQ berjalan lancar dari awal hingga selesai,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Lampung Utara berharap MTQ ke-45 tidak hanya menjadi ajang syiar Islam dan pembinaan tilawah Al-Qur’an, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, menjaga daya beli, serta memperkuat persatuan warga melalui berbagai kegiatan yang berlangsung hingga 24 Juli 2026. (Hermansyah)












