Lampung Timur – Di saat anak-anak seusianya sibuk bermain, berlarian, dan tertawa tanpa beban, Ulfa justru harus berjuang melawan rasa sakit yang bahkan sulit dibayangkan oleh orang dewasa.
Bocah perempuan berusia empat tahun asal Desa Tulung Pasik, Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur itu kini terbaring menjalani perawatan intensif setelah tubuh mungilnya tersiram santan kelapa yang sedang mendidih. Akibat musibah tersebut, sekitar 70 persen bagian tubuh Ulfa mengalami luka bakar serius.
Peristiwa yang terjadi dalam hitungan detik itu mengubah seluruh kehidupan keluarga kecil yang selama ini sudah hidup dalam keterbatasan.
Namun luka bakar bukan satu-satunya ujian yang harus dihadapi Ulfa.
Ayah dan ibunya merupakan penyandang disabilitas wicara yang tidak dapat berbicara. Sang ayah, Sulaiman, selama ini menggantungkan hidup keluarga dari pekerjaan serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sering kali harus berjuang keras, apalagi menghadapi biaya pengobatan luka bakar yang nilainya dapat mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah.
Di tengah gencarnya pembangunan, kemajuan teknologi, dan berbagai pencapaian yang sering dipamerkan dalam angka statistik, masih ada keluarga seperti Ulfa yang harus berhadapan dengan kenyataan pahit: sakit yang membutuhkan biaya besar datang kepada mereka yang bahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar pun masih harus berjuang setiap hari.
Rumah sederhana yang mereka tempati menjadi saksi bisu kehidupan keluarga ini. Tidak ada kemewahan. Tidak ada tabungan besar. Tidak ada jaminan bahwa biaya pengobatan berikutnya dapat terpenuhi. Yang ada hanyalah harapan agar Ulfa bisa sembuh dan kembali menjalani masa kecilnya seperti anak-anak lainnya.
Saat ini, kebutuhan keluarga tidak hanya sebatas biaya rumah sakit. Proses penyembuhan luka bakar membutuhkan perawatan jangka panjang, obat-obatan, nutrisi khusus, kontrol rutin, hingga kemungkinan tindakan medis lanjutan yang harus dijalani selama masa pemulihan.
Warga sekitar telah berusaha membantu semampunya. Gotong royong masih hidup di tengah masyarakat. Namun kemampuan ekonomi lingkungan sekitar tentu memiliki batas. Ketika kebutuhan pengobatan terus berjalan, bantuan yang ada belum mampu menutup seluruh kebutuhan yang diperlukan.
Kisah Ulfa menjadi pengingat bahwa kemiskinan dan musibah adalah kombinasi yang sering kali terasa begitu kejam. Sakit datang tanpa mengetuk pintu, sementara biaya pengobatan tidak pernah menunggu kesiapan ekonomi sebuah keluarga.
Di usia empat tahun, Ulfa seharusnya mengenal warna-warni mainan, bukan warna putih perban dan ruang perawatan. Ia seharusnya menangis karena berebut mainan, bukan karena menahan nyeri akibat luka bakar yang menyelimuti sebagian besar tubuhnya.
Karena itu, harapan kini tertuju kepada para dermawan, komunitas sosial, organisasi kemanusiaan, pemerintah daerah, dunia usaha, serta siapa pun yang masih memiliki ruang kepedulian di hatinya.
Bantuan sekecil apa pun akan menjadi sangat berarti. Bagi sebagian orang mungkin hanya nominal yang tidak terlalu besar, tetapi bagi Ulfa, bantuan tersebut bisa menjadi jalan menuju kesembuhan.
Salurkan Bantuan untuk Ulfa
DANA: 085267896600
Atas Nama: Iskandar
Alamat Keluarga
Desa Tulung Pasik
Kecamatan Mataram Baru
Kabupaten Lampung Timur
Di tengah dunia yang semakin sibuk dengan urusannya masing-masing, semoga masih banyak hati yang tergerak untuk membantu.
Sebab terkadang, harapan terbesar sebuah keluarga bukan datang dari mereka yang memiliki segalanya, melainkan dari banyak orang baik yang memilih untuk peduli.
“Ketika musibah datang kepada keluarga yang paling rentan, kepedulian masyarakat bukan sekadar bantuan, melainkan alasan bagi mereka untuk tetap percaya bahwa mereka tidak sedang berjuang sendirian.”***













