Scroll untuk baca artikel
EkonomiLampung

Pasar Senja Pugung Resmi Dibuka, Harapan Baru UMKM Lampung Timur Bersinar dari Desa Wisata Budaya

×

Pasar Senja Pugung Resmi Dibuka, Harapan Baru UMKM Lampung Timur Bersinar dari Desa Wisata Budaya

Sebarkan artikel ini
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, secara resmi membuka Pasar Senja dengan prosesi pemotongan pita, Rabu (15/7/2026). - foto Jali

LAMPUNG TIMUR – Menjelang matahari tenggelam, aroma kopi, jajanan tradisional, dan aneka kuliner khas Lampung mulai memenuhi udara di Desa Pugung Raharjo. Tawa pengunjung bersahut-sahutan dengan sapaan para pedagang. Di sudut lain, tangan-tangan kreatif pelaku UMKM sibuk melayani pembeli yang terus berdatangan.

Hari ini, bukan sekadar pembukaan sebuah pasar. Bagi puluhan pelaku usaha kecil, Grand Opening Pasar Senja Desa Wisata Budaya Pugung Raharjo menjadi awal lahirnya harapan baru.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, secara resmi membuka Pasar Senja dengan prosesi pemotongan pita, Rabu (15/7/2026). Didampingi Camat Sekampung Udik Putu Ardiana, Bupati berkeliling mengunjungi setiap stan UMKM, menyapa pedagang, berdialog dengan masyarakat, bahkan membeli sejumlah produk lokal sebagai bentuk dukungan nyata terhadap ekonomi kerakyatan.

“UMKM adalah tulang punggung perekonomian masyarakat. Kehadiran Pasar Senja ini kami harapkan menjadi penggerak ekonomi kreatif, membuka peluang usaha baru, sekaligus memperkuat sektor pariwisata Lampung Timur,” ujar Ela.

BACA JUGA :  Kondisi Jalan Rusak Parah di Margatiga Jadi Prioritas Perbaikan Tahun 2023

Pasar Senja hadir dengan konsep yang berbeda. Tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga ruang bertemunya budaya, wisata, dan ekonomi masyarakat.

Setiap Sabtu sore hingga malam Minggu, kawasan ini akan dipenuhi berbagai produk UMKM, mulai dari kuliner khas Lampung, jajanan tradisional, kopi lokal, kerajinan tangan, hingga berbagai produk kreatif hasil karya warga.

Bagi para pelaku usaha, Pasar Senja bukan sekadar tempat berdagang. Di sinilah mereka mendapatkan kesempatan memperkenalkan produk kepada wisatawan yang datang berkunjung ke kawasan Taman Wisata Purbakala Pugung Raharjo, salah satu situs cagar budaya paling bersejarah di Provinsi Lampung.

Kolaborasi antara wisata sejarah dan pasar UMKM diyakini akan menciptakan efek ekonomi yang jauh lebih besar bagi masyarakat desa.

Di balik setiap lapak sederhana, tersimpan cerita tentang keluarga yang menggantungkan harapan dari hasil jualan.

Ada yang menjajakan makanan warisan turun-temurun, ada pula yang membawa hasil kerajinan tangan yang selama ini hanya dipasarkan dari mulut ke mulut.

BACA JUGA :  Belum Ditangkap, Orang Tua Korban Ancam Lapor ke Polda dan Mabes Polri

Kini mereka memiliki panggung yang lebih luas.

Penggerak Pasar Senja, Adhari, mengatakan kehadiran pasar ini lahir dari semangat memberdayakan masyarakat melalui ekonomi berbasis potensi desa.

“Kami berterima kasih kepada Ibu Bupati yang telah memberikan dukungan penuh. Harapan kami, Pasar Senja terus berkembang menjadi ruang pemberdayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM,” katanya.

Menurut Adhari, Pasar Senja juga diproyeksikan menjadi ruang pelestarian budaya, tempat berkumpulnya masyarakat, sekaligus destinasi wisata baru yang mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah.

Peresmian Pasar Senja terasa semakin istimewa karena berlangsung bersamaan dengan kunjungan kerja Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke kawasan Taman Wisata Purbakala Pugung Raharjo.

Momentum tersebut dinilai menjadi peluang besar untuk memperkenalkan potensi wisata budaya sekaligus produk-produk unggulan UMKM Lampung Timur ke tingkat nasional.

BACA JUGA :  Desa GSB Resmi Batasi Orgen Tunggal, Melanggar Siap-Siap Sound Disita dan Hajatan Dibubarkan!

Bagi masyarakat setempat, ramainya pengunjung pada hari pembukaan menjadi bukti bahwa desa memiliki potensi besar untuk tumbuh apabila budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif berjalan beriringan.

Pasar Senja Pugung Raharjo menjadi contoh bahwa kebangkitan ekonomi tidak selalu dimulai dari pusat kota.

Justru dari desa, melalui tangan-tangan pelaku UMKM, lahir optimisme baru. Setiap makanan yang terjual, setiap kerajinan yang dibeli, dan setiap wisatawan yang datang akan menjadi bagian dari roda ekonomi yang terus berputar.

Kini, ketika matahari mulai tenggelam di Pugung Raharjo setiap akhir pekan, bukan hanya cahaya senja yang dinantikan masyarakat, tetapi juga harapan baru bagi UMKM untuk terus tumbuh, budaya untuk tetap hidup, dan kesejahteraan warga yang perlahan ikut terangkat.

Pasar Senja Pugung Raharjo bukan sekadar pasar. Ia adalah wajah baru kebangkitan UMKM dan bukti bahwa desa mampu menjadi pusat ekonomi kreatif sekaligus etalase budaya Lampung Timur.***