Scroll untuk baca artikel
Olahraga

Usia 13 Tahun, Pandawa Ozora Pecahkan Sejarah! Emas Perdana Balap Motor Lingga di Porprov Kepri

×

Usia 13 Tahun, Pandawa Ozora Pecahkan Sejarah! Emas Perdana Balap Motor Lingga di Porprov Kepri

Sebarkan artikel ini
Pandawa Ozora, pembalap 13 tahun, foto bersama Ketua IMI Kabupaten Lingga Safaruddin atau BS usai muncul sebagai juara pada nomor Standar Perorangan 150 cc di ajang Porprov Kepri 2026 - foto dok

TANJUNGPINANG – Usianya baru 13 tahun, tetapi Pandawa Ozora sudah mampu mencatatkan sejarah besar bagi olahraga otomotif Kabupaten Lingga. Pembalap muda binaan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Lingga itu sukses merebut medali emas nomor Standar Perorangan 150 cc pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau (Kepri) 2026, Sabtu (7/11/2026).

Kemenangan tersebut bukan sekadar tambahan medali bagi Kontingen Lingga. Ozora menjadi atlet pertama yang mempersembahkan emas dari cabang olahraga (cabor) balap motor Kabupaten Lingga. Sebuah pencapaian yang akhirnya memecahkan kebuntuan panjang prestasi otomotif daerah berjuluk Bunda Tanah Melayu tersebut.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Di lintasan balap, Ozora tampil sebagai yang terbaik setelah mengungguli para pesaing dari Kabupaten Bintan, Kota Batam, Kabupaten Karimun, dan Kota Tanjungpinang. Persaingan ketat di nomor 150 cc itu berhasil dituntaskannya dengan hasil tertinggi.

BACA JUGA :  4 Kemenangan Beruntun! Bhayangkara Presisi Lampung FC Perkasa di Indomilk Arena

Prestasi pembalap belia tersebut disaksikan langsung Ketua IMI Kabupaten Lingga, Safaruddin, yang hadir di arena pertandingan untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada atletnya.

BS sapaan akrab Safaruddin mengaku bangga atas keberhasilan Ozora. Terlebih, keikutsertaan pembalap muda Lingga dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut harus diperjuangkan dengan keterbatasan anggaran. Bahkan, menurutnya, pembiayaan kehadiran atlet dilakukan secara mandiri olehnya.

“Alhamdulillah, ini menjadi kebanggaan sekaligus sejarah baru bagi balap motor Kabupaten Lingga. Untuk pertama kalinya sejak Lingga terbentuk sebagai kabupaten, kita berhasil meraih medali emas di cabang olahraga balap motor,” ujar Kepala Bapenda Lingga ini.

Ia berharap keberhasilan Ozora menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet balap motor di Lingga. Menurutnya, prestasi tersebut membuktikan bahwa pembalap daerah memiliki kemampuan bersaing apabila mendapatkan kesempatan dan pembinaan yang berkelanjutan.

BACA JUGA :  Persib Hattrick Juara! Bandung Siap Macet Total, Bobotoh Diminta Jangan Sweeping

Namun, di balik emas yang diraih Ozora, tersimpan cerita perjuangan yang tidak ringan. Ketua Kontingen Cabor Balap Motor Lingga, Budiyansyah, mengungkapkan bahwa persiapan hingga keberangkatan atlet berlangsung dalam berbagai keterbatasan.

Ia menyebut kebutuhan kontingen harus diupayakan secara mandiri tanpa dukungan pembiayaan dari KONI Kabupaten Lingga.

“Perjuangan ini tidak mudah. Kami mempersiapkan semuanya dengan berbagai keterbatasan, bahkan kebutuhan kontingen harus kami upayakan secara mandiri. Namun, semangat anak-anak untuk membawa nama Lingga tidak pernah surut,” kata Budiyansyah.

Menurutnya, medali emas yang dipersembahkan Pandawa Ozora menjadi jawaban atas kerja keras dan pengorbanan seluruh tim selama mempersiapkan diri menghadapi Porprov Kepri 2026.

BACA JUGA :  Wali Kota Bekasi Resmikan Klub Voli Patriot RVB: Bukan Cuma Spike, Tapi Spirit Warga Rawalumbu!

“Alhamdulillah, Pandawa Ozora mampu menjawab perjuangan itu dengan mempersembahkan emas perdana. Ini bukan hanya kemenangan Pandawa, tetapi kebanggaan seluruh masyarakat Kabupaten Lingga,” ungkapnya.

Kini, nama Pandawa Ozora tercatat sebagai pembalap yang membuka sejarah emas balap motor Kabupaten Lingga di Porprov Kepri. Di usia yang masih sangat muda, ia telah membuktikan kemampuannya menaklukkan persaingan antardaerah sekaligus membawa pulang prestasi yang selama ini belum pernah diraih.

Emas perdana tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat bagi atlet Lingga lainnya yang masih berlaga. Sebab, kemenangan Ozora bukan hanya soal siapa yang tercepat di lintasan, tetapi juga tentang perjuangan membawa nama daerah di tengah keterbatasan.***