Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

Viral! Jogging Track Alun-alun Bekasi Disulap Jadi Arena Kursus Stir, Warga Geleng Kepala

×

Viral! Jogging Track Alun-alun Bekasi Disulap Jadi Arena Kursus Stir, Warga Geleng Kepala

Sebarkan artikel ini
Viral mobil pribadi masuk area jogging track Alun-alun M. Hasibuan, Kota Bekasi, dengan leluasa melintas di fasilitas olahraga publik peristiwa itu terjadi pada Minggu (24/5/2026) sore

KOTA BEKASI – Bekasi kembali viral. Kali ini bukan soal cuaca “planet lain”, bukan pula banjir musiman, melainkan aksi absurd yang sukses membuat warga antara kesal, heran, dan ingin tertawa pahit sekaligus.

Sebuah mobil pribadi nekat masuk ke area jogging track di Alun-alun M. Hasibuan dan dengan santainya berputar di lintasan olahraga publik. Ya, jogging track. Tempat orang biasanya lari pagi, olahraga, atau sekadar healing tipis-tipis dari tekanan hidup bukan tempat belajar kopling setengah.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Video kejadian itu langsung viral di media sosial setelah memperlihatkan sebuah Daihatsu Sigra hitam bernomor polisi B 2633 FQT melenggang mulus di jalur pedestrian dan lintasan jogging track pada Minggu (24/5/2026) sore.

Bila dilihat sekilas, suasananya hampir mirip sirkuit mini. Bedanya, tidak ada marshal balap, tidak ada garis start, dan penontonnya adalah warga yang sedang olahraga sambil bengong mempertanyakan logika.

BACA JUGA :  Pemkot dan DPRD Kota Bekasi Sepakati KUA-PPAS 2026: Ini Tiga Fokus Utama RAPBD 2026

Belakangan diketahui, mobil tersebut ternyata digunakan untuk latihan mengemudi. Sebuah keputusan yang mungkin lahir dari pemikiran kreatif tingkat dewa: “Kalau jalan raya macet, kenapa tidak latihan setir di jogging track saja?”

Untungnya belum ada yang terpikir menjadikan taman kota sebagai lokasi drifting atau air mancur alun-alun untuk cuci mobil keluarga.

Warga yang berada di lokasi langsung menyayangkan lemahnya pengawasan kawasan alun-alun. Sebab, kendaraan bisa begitu mudah masuk ke area yang seharusnya steril dari lalu lintas kendaraan bermotor.

Padahal fasilitas publik seperti jogging track dibangun menggunakan uang rakyat agar masyarakat bisa berolahraga dengan aman dan nyaman. Bukan menjadi tempat praktik parkir paralel dadakan.

Fenomena ini sekaligus memperlihatkan satu penyakit klasik ruang publik di Indonesia:
selama tidak ada petugas, sebagian orang menganggap semua area bisa dipakai sesuka hati.

Trotoar jadi parkiran. Jalur sepeda jadi lintasan motor. Taman kota jadi lokasi piknik plus karaoke. Dan kini, jogging track naik level menjadi sekolah mengemudi terbuka.

BACA JUGA :  Panwascam Bekasi Utara Beri Rekomendasikan Pemberhentian 8 Petugas KPPS di Harapan Jaya

Pihak Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bekasi akhirnya buka suara setelah video tersebut ramai diperbincangkan.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Bekasi, Robbie Adriansyah Putra, menegaskan pengawasan akan diperketat.

“Masyarakat juga harus mengerti lokasi peruntukkan, bahwa jogging track bukan untuk latihan belajar menyetir. Hal dasar seperti itu masa iya tidak mengerti,” ujar Robbie kepada wartawan, Senin (25/5/2026).

Dikatakan bahwa kawasan alun-alun menjadi perhatian khusus karena merupakan fasilitas publik yang ramai digunakan masyarakat untuk olahraga dan aktivitas sosial.

Namun publik tentu berharap respons ini tidak berhenti pada pernyataan normatif semata. Sebab warga sudah terlalu sering melihat pola klasik yakni viral dulu, ribut dulu, baru pengawasan muncul beberapa hari.

Pertanyaan besarnya sekarang sederhana yakni bagaimana mobil bisa masuk dengan begitu mudah ke area jogging track?

Apakah tidak ada pembatas? Tidak ada petugas? Atau memang ada anggapan bahwa selama kendaraan masih muat lewat, berarti sah-sah saja digunakan?

Di tengah minimnya ruang terbuka hijau dan fasilitas olahraga gratis di perkotaan, menjaga fungsi ruang publik seharusnya menjadi tanggung jawab bersama. Karena kalau semua fasilitas dipakai seenaknya, bukan tidak mungkin suatu hari nanti akan muncul tulisan: “Dilarang berenang di kolam taman kecuali membawa sabun dan shampo sendiri.”

Peristiwa ini mungkin terdengar lucu bagi sebagian orang. Tetapi di balik viralnya video tersebut, ada masalah serius tentang kedisiplinan masyarakat terhadap ruang publik dan lemahnya pengawasan fasilitas umum.

Sebab kota yang tertib bukan cuma dibangun dari beton dan taman bagus, tapi juga dari kesadaran sederhana:
jogging track ya untuk jogging, bukan untuk belajar injak gas dan rem.***