Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

Gerbang Dijebol, Honda PCX Raib! CCTV Rekam Aksi Maling Bermasker di Bekasi Utara

×

Gerbang Dijebol, Honda PCX Raib! CCTV Rekam Aksi Maling Bermasker di Bekasi Utara

Sebarkan artikel ini
motor PCX Lesap digondol maling di Bekasi Utara, Kota Bekasi. Aksi pelaku maling terekam CCTV pada jumat dinihari (8/5) - foto doc

KOTA BEKASI — Aksi pencurian sepeda motor kembali menghantui warga wilayah Bekasi Utara. Kali ini, dua pelaku terekam kamera pengawas (CCTV) membobol pagar kontrakan sebelum menggondol satu unit sepeda motor Honda PCX milik seorang karyawan bernama Muhammad Syafiqri.

Peristiwa tersebut terjadi di sebuah rumah kontrakan di Jalan Belimbing 8, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Jumat dini hari (8/5/2026). Dalam rekaman CCTV yang beredar, dua pria bermasker terlihat datang dengan gerak-gerik tenang layaknya “tim teknis tengah lembur malam”, sebelum akhirnya merusak gembok pagar dan masuk ke area parkir kontrakan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kedua pelaku tampak bergantian membongkar gerbang serta memeriksa kendaraan yang menjadi target. Setelah berhasil merusak kunci setang, motor Honda PCX bernomor polisi B 6297 VZD itu kemudian didorong keluar dari area kontrakan secara perlahan untuk menghindari suara mencurigakan.

BACA JUGA :  Inovasi Sitaro, Kembali Hantar Direktur RSUD CAM Kusnanto Saidi Terima Penghargaan IGA 2024

Korban, Muhammad Syafiqri, mengaku baru menyadari motornya hilang sekitar pukul 04.30 WIB saat hendak bersiap bekerja.

“Motor sudah dikunci setang. Pas mau berangkat kerja baru sadar motor hilang. Akhirnya hari ini saya enggak masuk kerja dulu,” ujar Syafiqri.

Istri korban, Syarifahtun Annysah, menduga pelaku sudah memahami kondisi lingkungan kontrakan tersebut. Ia menilai para pelaku mengetahui bagian pagar mana yang aman dibuka tanpa menimbulkan suara keras.

BACA JUGA :  DUH! Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Dilaporkan Terkait Dugaan Penipuan Uang Rp97 juta

“Di CCTV kelihatan mereka lebih fokus buka pagar besar dibanding pagar kecil. Kayaknya memang sudah tahu situasi di sini. Kalau pagar kecil digeser biasanya bunyinya keras,” katanya.

Tak hanya itu, Annysah juga dibuat heran karena alarm motor yang biasanya aktif tidak berbunyi sama sekali saat kejadian berlangsung. Ia menduga sistem keamanan motor telah lebih dulu dilumpuhkan pelaku.

“Alarm aktif biasanya sensitif. Tapi waktu kejadian enggak bunyi sama sekali. Sepertinya sistemnya dibuat error dulu sama mereka,” ungkapnya.

Rekaman CCTV menunjukkan aksi para pelaku berlangsung cukup cepat dan terorganisir. Salah satu pelaku tampak berjaga di dekat pagar, sementara rekannya fokus merusak kendaraan. Situasi kontrakan yang relatif sepi pada dini hari diduga dimanfaatkan pelaku untuk beraksi tanpa banyak gangguan.

BACA JUGA :  Bekasi Jadi Prioritas! PSEL Pengolah Sampah Jadi Listrik Siap Dibangun Mulai Juni 2026

Korban kini telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian lengkap dengan bukti rekaman CCTV guna membantu proses penyelidikan.

“Kami berharap polisi bisa segera mengungkap pelakunya. Semoga motor bisa kembali,” pungkas Annysah.

Aksi pencurian kendaraan bermotor di kawasan permukiman memang masih menjadi ancaman serius di wilayah perkotaan. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan menambah pengamanan ganda, mulai dari kunci tambahan, alarm eksternal, hingga pemasangan CCTV dengan sudut pantau maksimal. Sebab, bagi pelaku curanmor, pagar tinggi kadang cuma dianggap “tantangan kecil sebelum sarapan”.***