Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

DIGEREBEK Saat Diduga Mau Mesum, Brio Merah Ngacir Bak GTA di Kalimalang! Berakhir Ringsek Diamuk Massa Bekasi

×

DIGEREBEK Saat Diduga Mau Mesum, Brio Merah Ngacir Bak GTA di Kalimalang! Berakhir Ringsek Diamuk Massa Bekasi

Sebarkan artikel ini
Sebuah mobil Honda Brio berwarna merah diamuk massa di kawasan Lagoon, Kalimalang, Bekasi Selatan, setelah pengemudinya nekat kabur usai kepergok diduga hendak melakukan aksi mesum, di area parkir ruko Grand Galaxy Park, Kota Bekasi, Minggu (31/5/2026) malam - foto dok ist

KOTA BEKASI Niat sembunyi-sembunyi menikmati malam minggu di dalam mobil justru berubah menjadi adegan kejar-kejaran ala film laga jalanan. Seorang pria berinisial MI yang berada di dalam sebuah Honda Brio merah diduga hendak melakukan perbuatan mesum bersama seorang perempuan di kawasan Ruko Grand Galaxy Park, Bekasi Selatan, Minggu (31/5/2026) malam.

Namun, skenario yang mungkin semula dirancang romantis itu mendadak berantakan ketika petugas keamanan datang menghampiri mobil yang terparkir di area Sentra Bisnis 3. Bukannya membuka kaca dan menjelaskan situasi, pengemudi justru memilih menginjak pedal gas dan kabur secepat mungkin.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Akibat kepanikan yang tampaknya lebih besar daripada kapasitas mesin mobilnya, Brio merah bernomor polisi B 2014 TIC itu langsung menghantam fasilitas ruko sebelum meluncur keluar kawasan Grand Galaxy Park menuju Kalimalang.

BACA JUGA :  Era Konvoi Pejabat Berakhir! Tri Adhianto Pangkas Iring-Iringan Kendaraan Dinas di Bekasi

Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Rojali, peristiwa bermula saat pengemudi dan seorang perempuan berada di dalam mobil dalam kondisi yang menimbulkan kecurigaan petugas keamanan.

“MI bersama seorang perempuan berada di dalam mobil dan diduga hendak melakukan perbuatan tidak senonoh. Saat didatangi security, pengemudi kaget lalu melarikan diri,” ujar Rojali.

Jika tujuan awalnya adalah menghindari rasa malu, keputusan kabur tersebut justru menghasilkan masalah yang jauh lebih besar.

Dalam pelariannya, MI diduga mengemudikan kendaraan secara ugal-ugalan di jalan arteri Kalimalang. Mobilnya bahkan dilaporkan menyenggol seorang pengendara sepeda motor sebelum terus melaju tanpa berhenti.

Sontak, kemarahan warga dan pengguna jalan meledak. Pengejaran massal pun terjadi. Jalanan Bekasi mendadak berubah seperti lokasi syuting film aksi berbiaya rendah, lengkap dengan teriakan warga, kendaraan yang saling mengejar, dan satu mobil merah yang menjadi pusat perhatian.

Pelarian MI akhirnya berakhir di kawasan Lagoon, Bekasi Selatan. Di lokasi tersebut, massa berhasil menghentikan laju kendaraan.

Namun, berakhirnya pengejaran bukan berarti situasi mereda. Emosi warga yang sudah terlanjur memuncak berubah menjadi aksi perusakan terhadap mobil Honda Brio tersebut. Kaca pecah, bodi penyok, dan kendaraan yang semula dipakai untuk melarikan diri akhirnya tak ubahnya seperti barang bukti kecelakaan beruntun.

“Di Lagoon, massa menghentikan kendaraan Honda Brio dan melakukan perusakan terhadap mobil tersebut,” kata Rojali.

Ironisnya, mobil yang awalnya digunakan untuk menghindari satu masalah justru berakhir menanggung kerusakan yang nilainya kemungkinan jauh lebih mahal daripada sekadar menghadapi teguran petugas keamanan.

Akibat amuk massa, MI mengalami sejumlah luka di tubuhnya. Beruntung, dua warga berinisial A dan G bertindak cepat mengevakuasi pengemudi dari kepungan massa.

MI kemudian dilarikan ke RS Hermina Galaxy untuk mendapatkan perawatan medis. Tanpa tindakan kedua warga tersebut, situasi berpotensi berkembang menjadi lebih serius.

Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kendaraan Honda Brio yang rusak parah kini telah diamankan di Mapolsek Bekasi Selatan sebagai barang bukti.

Sementara itu, Satlantas Polres Metro Bekasi Kota bersama Polsek Bekasi Selatan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Selain memeriksa sejumlah saksi dan melakukan olah TKP, polisi juga tengah mencari pengendara sepeda motor yang diduga menjadi korban tabrak lari selama aksi pelarian berlangsung.***