PESISIR BARAT – Setelah bertahun-tahun masyarakat pesisir harus menempuh perjalanan panjang demi mendapatkan layanan kesehatan yang memadai, kini harapan itu berdiri megah di jantung Kota Krui. Presiden Prabowo Subianto meresmikan RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Rabu (10/6/2026).
Rumah sakit yang dibangun melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dengan investasi mencapai Rp152,99 miliar dari APBN tersebut menjadi simbol hadirnya layanan kesehatan modern di wilayah yang selama ini identik dengan jarak, keterbatasan akses, dan tantangan geografis.
Sebelum meresmikan, Presiden Prabowo meninjau langsung berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), poli anak, poli gigi, poli umum, poli THT, poli kandungan dan kebidanan hingga poli penyakit dalam.
Dalam kunjungan itu, Presiden tidak hanya melihat bangunan dan peralatan medis. Ia juga menyapa tenaga kesehatan, pasien, hingga warga yang tengah menjalani pemeriksaan. Sejumlah masyarakat tampak antusias mengabadikan momen bersama Presiden melalui swafoto.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui merupakan bagian dari program pembangunan 66 rumah sakit di berbagai daerah Indonesia yang ditujukan untuk memperkuat layanan kesehatan rujukan.
“Rumah sakit ini dibangun agar masyarakat bisa mendapatkan layanan penyakit stroke, jantung, kanker, ginjal serta kesehatan ibu dan anak tanpa harus dirujuk jauh ke kota besar,” ujar Menkes.
Menurutnya, pembangunan fisik rumah sakit telah rampung sepenuhnya. Sejumlah peralatan medis modern sedang dalam proses pengiriman, sementara kebutuhan dokter spesialis hampir seluruhnya telah terpenuhi.
“Alat-alat medis bernilai puluhan miliar rupiah sedang dalam perjalanan. Dokter spesialis juga hampir lengkap, hanya spesialis jantung yang sementara masih diperkuat dari Lampung,” kata Menkes.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan kebahagiaannya karena masyarakat Pesisir Barat kini memiliki akses layanan kesehatan yang lebih layak dan dekat.
“Ini adalah kebanggaan bagi kita semua. Masyarakat Pesisir Barat kini memiliki akses layanan kesehatan yang memadai dan berkualitas,” ujar Presiden.
Namun Presiden mengingatkan bahwa membangun gedung megah saja tidak cukup. Rumah sakit harus dikelola secara profesional, bersih, transparan dan benar-benar mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
Pesan tersebut terasa penting. Sebab masyarakat tidak datang ke rumah sakit untuk mengagumi keramik, cat dinding atau pendingin ruangan. Mereka datang untuk mencari kesembuhan, kepastian pelayanan dan harapan hidup yang lebih baik.
“Saya minta rumah sakit ini dikelola dengan baik, manajemennya profesional, transparan dan berorientasi pada pelayanan rakyat. Masyarakat harus merasakan manfaat nyata dari kehadiran rumah sakit ini,” tegas Presiden.
RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui kini memiliki kapasitas 137 tempat tidur, meningkat signifikan dari sebelumnya sekitar 98 tempat tidur. Berbagai fasilitas modern juga telah tersedia, di antaranya ICU, ICVCU, layanan hemodialisa (cuci darah), kamar operasi, radiologi, laboratorium, layanan rawat jalan hingga ruang KRIS atau Kelas Rawat Inap Standar.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rumah sakit di luar daerah. Selama ini, banyak pasien harus menempuh perjalanan berjam-jam bahkan lintas kabupaten untuk mendapatkan layanan spesialis tertentu.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Pesisir Barat juga disambut antusias masyarakat. Sejak pesawat Presiden mendarat di Bandara Muhammad Taufiq Kiemas Krui, ribuan warga memadati ruas jalan yang dilalui rombongan menuju lokasi peresmian.
Bendera Merah Putih berkibar di sepanjang jalur kunjungan. Sejumlah kelompok masyarakat menampilkan tabuhan gendang tradisional, sementara warga mengenakan pakaian adat Lampung sebagai bentuk penghormatan kepada Kepala Negara.
Dari atas kendaraan Maung yang ditumpanginya, Presiden Prabowo beberapa kali melambaikan tangan kepada warga. Sorak-sorai dan senyum masyarakat mengiringi perjalanan Presiden menuju rumah sakit yang kini menjadi kebanggaan baru Pesisir Barat.
Peresmian RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui menjadi pesan kuat bahwa pembangunan kesehatan tidak boleh hanya berpusat di kota-kota besar. Warga pesisir, daerah perbatasan maupun wilayah terpencil memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan kesehatan modern dan berkualitas.
Kini tantangan berikutnya bukan lagi membangun gedung, melainkan memastikan rumah sakit tersebut hidup, berfungsi optimal, memiliki dokter yang cukup, alat yang lengkap, serta pelayanan yang membuat masyarakat merasa dilayani sebagai manusia, bukan sekadar nomor antrean.
Jika itu berhasil diwujudkan, maka RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui bukan hanya menjadi bangunan megah senilai Rp152 miliar, melainkan investasi harapan bagi ribuan warga di ujung barat Provinsi Lampung.***












