Scroll untuk baca artikel
Opini

KDMP Bukan Minimart

×

KDMP Bukan Minimart

Sebarkan artikel ini
Peluncuran dan Dialog Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Provinsi Lampung yang dilaksanakan di Graha Adora, Kabupaten Pesawaran, Rabu (28/5/2025).

Catatan Harian Abdul Rohman Sukardi – 08/07/2026

WAWAINEWS.ID – Sejumlah pihak mengkritik pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Banyak lokasinya dianggap kurang strategis. Relatif jauh dari permukiman.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kritik tersebut muncul karena membandingkannya dengan minimarket. Umumnya memilih lokasi dekat konsumen.

Perbandingan ini kurang tepat. KDMP dan minimarket memiliki karakter, tujuan, dan ukuran keberhasilan berbeda.

Minimarket adalah bisnis ritel murni. Keunggulannya terletak pada kemudahan akses, variasi produk, dan lokasi strategis yang mendekatkan barang konsumsi kepada pembeli.

Minimarket menggunakan pendekatan mencari pasar (market seeking). Semakin dekat dengan pusat aktivitas konsumen, semakin besar peluang transaksi.

KDMP memiliki logika berbeda. KDMP merupakan bentuk layanan berbasis komunitas (community-based service). Dibangun untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat dalam wilayah tertentu.

BACA JUGA :  Kebijakan Perumahan dan Arsitektur Bangunan Nusantara

Selling point (nilai jual atau daya tarik) KDMP bukan sekadar menjual barang konsumsi. Melainkan menjadi pusat layanan ekonomi desa.

Pasarnya bersifat captive (pasti), karena melayani kebutuhan produksi masyarakat. Terutama kebutuhan sektor pertanian, seperti alat dan mesin pertanian (alsintan), sarana produksi pertanian (saprodi), pupuk, serta kebutuhan usaha lainnya.

Secara teoritik, lembaga berbasis komunitas tidak semata-mata diukur dari volume transaksi, tetapi dari manfaat yang diberikan kepada komunitas yang dilayani. Karena itu, keberhasilan KDMP tidak hanya ditentukan oleh tingkat keramaian lokasi, tetapi oleh kemampuannya menyediakan akses terhadap kebutuhan produktif masyarakat.

Selain fungsi ekonomi, koperasi memiliki fungsi sosial. Koperasi bukan hanya mengejar keuntungan, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan anggota dan komunitas.

Karena itu, KDMP dapat menjadi simpul pelayanan masyarakat. Termasuk mendukung distribusi program pemerintah, pemberdayaan ekonomi, dan respons terhadap kebutuhan masyarakat dalam situasi tertentu seperti bencana.

BACA JUGA :  Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Desa di Lampung Timur Jangan Cuma Jadi Penonton Ekonomi Nasional

Mulai distribusi pupuk bersubsidi, gas bersubsidi sampai bantuan sosial. Seperti bantuan pangan untuk masyarakat rentan.

Hal ini penting dalam konteks otonomi daerah, ketika pemerintah pusat membutuhkan jaringan yang mampu menjangkau masyarakat secara efektif. Koperasi di tingkat desa dapat menjadi salah satu saluran yang dekat, berkelanjutan, dan berbasis komunitas.

Karena manfaat yang diberikan bersifat produktif dan sosial, masyarakat tetap memiliki alasan untuk mendatangi KDMP. Meskipun lokasinya tidak berada di titik keramaian. Daya tariknya bukan sekadar arus pembeli. Melainkan nilai layanan yang tersedia.

Perbedaan lain terletak pada pola pembangunan. KDMP tidak sekadar memanfaatkan bangunan sewa, tetapi membutuhkan fasilitas khusus berupa pertokoan dan pergudangan yang representatif.

Gudang tersebut harus mampu mendukung kebutuhan satu desa. Baik untuk penyimpanan maupun distribusi.

Berbeda dengan minimarket yang dapat menyesuaikan ukuran dengan ketersediaan ruko. Fasilitas usaha sekaligus pergudangan dalam skala besar tidak banyak tersedia di kawasan permukiman padat. Karena itu, kebutuhan lahan yang memadai menjadi pertimbangan penting KDMP.

BACA JUGA :  Kecurangan, Bahkan Sebelum Pilpres 2024 Dilaksanakan

Menilai KDMP dengan ukuran keberhasilan minimarket adalah kekeliruan perspektif. KDMP bukan minimarket. Ia adalah infrastruktur ekonomi desa yang menggabungkan fungsi usaha, distribusi, dan pelayanan sosial.

Meski demikian, lokasi tetap harus direncanakan secara matang. KDMP tidak harus berada di pusat keramaian, tetapi harus mudah diakses. Berada dalam wilayah pelayanan desa. Mampu menjalankan fungsi ekonominya.

Dengan pendekatan yang tepat, KDMP dapat menjadi penggerak ekonomi sekaligus penguat pelayanan masyarakat desa.

Jakarta, ARS ([email protected]). Eskponen aktivis 98. Mantan Ketua Koperasi Mahasiswa. Esais & Penulis Independen. Menulis tema/isu Sosial Politik, Hukum, Kebijakan Publik dan Peradaban.