Scroll untuk baca artikel
InternasionalOlahraga

Euforia Jadi Petaka! Pesta Kemenangan Meksiko Telan Empat Nyawa, Jalanan Berubah Arena Tragedi

×

Euforia Jadi Petaka! Pesta Kemenangan Meksiko Telan Empat Nyawa, Jalanan Berubah Arena Tragedi

Sebarkan artikel ini
empat orang meninggal dunia setelah jutaan suporter memadati pusat Kota Mexico City dalam pesta kemenangan yang berubah menjadi bencana kemanusiaan, Rabu (1/7) - foto dok

WawaiNEWS.ID – Sepak bola kembali menunjukkan dua wajahnya. Di satu sisi menghadirkan kebahagiaan yang tak terbendung, di sisi lain menyisakan duka yang tak pernah diundang. Kemenangan Tim Nasional Meksiko atas Ekuador yang memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 justru berubah menjadi malam paling kelam bagi sejumlah keluarga.

Alih-alih hanya merayakan kemenangan, warga Meksiko harus menghadapi kenyataan pahit. Sedikitnya empat orang meninggal dunia setelah jutaan suporter memadati pusat Kota Mexico City dalam pesta kemenangan yang berubah menjadi bencana kemanusiaan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Menurut otoritas kesehatan Mexico City, tiga korban pertama meninggal akibat asfiksia atau sesak napas yang dipicu padatnya kerumunan massa. Mereka terdiri atas seorang perempuan berusia 19 tahun, seorang pria 44 tahun, dan seorang perempuan 48 tahun.

Beberapa jam kemudian, jumlah korban bertambah menjadi empat setelah seorang pria berusia 30 tahun meninggal akibat krisis epilepsi di tengah situasi yang sangat padat dan sulit dijangkau petugas medis.

BACA JUGA :  Liga Champions Tanpa Wakil Inggris dan Spanyol

Ironisnya, pertandingan yang seharusnya dikenang sebagai sejarah baru sepak bola Meksiko justru kini diingat karena deretan ambulans yang berseliweran di tengah lautan manusia.

Lautan Manusia, Napas Menjadi Barang Mewah

Lebih dari satu juta orang turun ke jalan merayakan kemenangan 2-0 atas Ekuador pada Selasa (30/6/2026) malam waktu setempat.

Pusat perayaan dipusatkan di kawasan Angel of Independence dan sepanjang Paseo de la Reforma, boulevard ikonik Mexico City yang memang disiapkan pemerintah sebagai lokasi pesta Piala Dunia.

Namun ketika jumlah manusia jauh melampaui ruang yang tersedia, euforia perlahan berubah menjadi ancaman.

Tim medis melaporkan sejumlah orang pingsan di berbagai titik akibat berdesakan. Beberapa berhasil diselamatkan, tetapi empat lainnya tidak dapat tertolong meski telah menjalani upaya resusitasi intensif.

BACA JUGA :  Bek Jerman Lempar Sepatu Seraya Ucapkan Terimakasih untuk Indonesia

Foto-foto yang beredar di media sosial memperlihatkan paramedis melakukan CPR di tengah kerumunan, sementara ribuan orang lainnya masih bernyanyi, menyalakan flare, dan mengibarkan bendera nasional.

Kontras yang menyakitkan: di satu sisi terdengar lagu kemenangan, di sisi lain terdengar sirene ambulans.

Presiden dan Wali Kota Sampaikan Duka

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

“Solidaritas dan dukungan kami untuk keluarga para korban.”

Senada dengan itu, Wali Kota Mexico City Clara Brugada mengajak masyarakat menjadikan tragedi tersebut sebagai pelajaran.

Ia mengimbau seluruh warga agar merayakan kemenangan dengan tanggung jawab, kepedulian, dan empati sehingga tidak kembali memakan korban.

Kemenangan Bersejarah, Harga yang Terlalu Mahal

Bagi publik Meksiko, kemenangan atas Ekuador bukan sekadar hasil pertandingan biasa. Tim berjuluk El Tri akhirnya mengakhiri penantian panjang selama empat dekade untuk kembali mencatat prestasi penting di fase gugur Piala Dunia.

BACA JUGA :  Piala Dunia 2026 Resmi Lengkap: 48 Tim Siap Bertarung, Italia Tersingkir Lagi

Sayangnya, sejarah itu kini memiliki catatan kaki yang menyedihkan.

Empat keluarga pulang tanpa membawa euforia. Mereka membawa kehilangan.

Sepak bola memang bisa menyatukan jutaan orang dalam satu sorakan. Namun ketika lautan manusia kehilangan kendali, satu tarikan napas saja bisa menjadi kemewahan.

Satir: Ketika Gol Dirayakan, Keselamatan Dilupakan

Sepak bola memang agama kedua di banyak negara. Tetapi bahkan di “rumah ibadah”, pintu darurat tetap wajib ada.

Kemenangan memang pantas dirayakan. Yang tidak pantas adalah membiarkan kegembiraan berubah menjadi perlombaan mencari oksigen.

Karena sejatinya, skor 2-0 tidak pernah seharusnya dibayar dengan skor empat nyawa melayang.

Euforia adalah hak setiap suporter. Pulang dengan selamat seharusnya menjadi kemenangan yang lebih besar daripada sekadar lolos ke babak 16 besar.***