TANGGAMUS – Tak ada ruang untuk bekerja setengah hati. Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto melontarkan peringatan keras kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jangan sampai rapat hanya menghasilkan tumpukan notulen, sementara pekerjaan strategis terbengkalai.
Pesan itu disampaikan Agus saat memimpin forum Ngupi Jejama di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Tanggamus, Senin (13/7/2026).
Di hadapan Sekretaris Daerah Suaidi, para staf ahli, asisten, kepala OPD, hingga kepala bagian, ia mengingatkan bahwa pemenuhan indikator Monitoring Center for Prevention (MCSP) KPK bukan sekadar urusan administrasi, melainkan ukuran nyata komitmen pemerintah daerah dalam mencegah praktik korupsi.
Ironisnya, masih ada anggapan bahwa keberhasilan birokrasi cukup diukur dari ramainya agenda rapat. Padahal, menurut Agus, yang dibutuhkan adalah hasil kerja yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Seluruh OPD harus segera melengkapi dokumen sesuai indikator yang menjadi tanggung jawab masing-masing. Jangan menunggu tenggat waktu baru bergerak. Kerjakan dengan baik, tepat waktu, dan penuh tanggung jawab karena ini merupakan komitmen kita mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel,” tegas Agus.
Forum tersebut diawali dengan pemaparan Inspektorat mengenai progres pemenuhan delapan area perubahan MCSP KPK. Setiap perangkat daerah diminta bergerak lebih cepat agar capaian indikator tidak menjadi catatan merah dalam penilaian pencegahan korupsi.
Namun perhatian Wakil Bupati tak berhenti pada urusan dokumen. Ia juga menyoroti disiplin aparatur sipil negara yang dinilai menjadi fondasi utama kualitas pelayanan publik.
Dengan nada serius, Agus mengingatkan bahwa masyarakat tidak membutuhkan ASN yang hanya pandai menghadiri rapat, tetapi lambat memberikan pelayanan.
“Disiplin harus menjadi budaya kerja. Kehadiran, tanggung jawab, dan kinerja harus terus ditingkatkan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan target pembangunan daerah dapat tercapai,” ujarnya.
Kalimat tersebut seolah menjadi sindiran halus bagi aparatur yang masih menganggap jam kerja sebatas formalitas. Sebab, pelayanan publik tidak akan membaik jika kedisiplinan masih menjadi pekerjaan rumah.
Selain mengevaluasi tata kelola pemerintahan, rapat juga membahas sejumlah agenda strategis daerah. Salah satunya persiapan Syukuran Muara Indah yang akan dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia bersama sekitar 300 nelayan.
Pemerintah berharap kegiatan itu menjadi momentum mempererat hubungan dengan masyarakat pesisir sekaligus mendorong sektor kelautan.
Di sektor olahraga dan pariwisata, Dinas Pemuda dan Olahraga melaporkan kesiapan penyelenggaraan Kiluan Tanggamus Color Run yang dijadwalkan berlangsung pada 19–20 September 2026. Ajang tersebut diproyeksikan menjadi magnet wisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Forum juga mematangkan persiapan kunjungan Direktur Jenderal PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada 17 Juli 2026. Sejumlah lokasi yang akan dikunjungi meliputi Rest Area Gisting, SD Muhammadiyah Gisting, dan Sekolah Xaverius, dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus sebagai penanggung jawab utama.
Menutup arahannya, Agus Suranto meminta seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi dan memastikan setiap program strategis tidak berhenti sebagai rencana di atas kertas.
Sebab pada akhirnya, masyarakat tidak akan menilai seberapa sering pemerintah menggelar rapat, melainkan seberapa besar hasil yang benar-benar mereka rasakan. Di situlah ukuran keberhasilan birokrasi sesungguhnya. ***













