Scroll untuk baca artikel
Budaya

Gibran Tegaskan Budaya Tak Boleh Kalah oleh Zaman, Dorong Lampung Timur Jadi Pusat Pelestarian Warisan Nusantara

×

Gibran Tegaskan Budaya Tak Boleh Kalah oleh Zaman, Dorong Lampung Timur Jadi Pusat Pelestarian Warisan Nusantara

Sebarkan artikel ini
Gibran saat mengunjungi Kawasan Budaya Randu Mas dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Lampung Timur. Dalam agenda tersebut, ia didampingi Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, serta sejumlah pejabat daerah, (foto_jal)

LAMPUNG TIMUR – Di tengah derasnya arus digitalisasi dan modernisasi, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengirimkan pesan kuat dari Kabupaten Lampung Timur, budaya adalah identitas bangsa yang tidak boleh luntur oleh perkembangan zaman.

Pesan itu disampaikan Gibran saat mengunjungi Kawasan Budaya Randu Mas dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Lampung Timur. Dalam agenda tersebut, ia didampingi Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, serta sejumlah pejabat daerah.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Di hadapan tokoh budaya, seniman, dan masyarakat, Gibran memberikan apresiasi kepada Mulyono beserta para pegiat budaya yang dinilai konsisten menjaga dan merawat warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

“Terima kasih atas dedikasi dalam menjaga budaya. Identitas bangsa tidak boleh hilang. Budaya adalah jati diri kita yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus,” ujar Gibran.

BACA JUGA :  Dua Warisan Budaya Tanggamus Direkomendasikan jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Menurut Wakil Presiden, kemajuan teknologi seharusnya tidak menjadi ancaman bagi eksistensi budaya. Justru, teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat promosi dan pelestarian budaya sehingga nilai-nilai luhur bangsa tetap melekat pada generasi muda.

Ia menekankan bahwa pembangunan Indonesia tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan bangsa mempertahankan karakter dan identitas budayanya.

Gibran juga mendorong pemerintah daerah agar terus menghadirkan ruang-ruang kreatif bagi para pelaku seni dan budaya. Pendopo, taman budaya, hingga ruang publik lainnya diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas kebudayaan yang melibatkan masyarakat, khususnya kalangan muda.

“Kita harus terus mengawal budaya agar tidak hilang termakan kemajuan zaman. Kegiatan-kegiatan positif yang mengangkat budaya harus terus digelar sehingga warisan leluhur tetap lestari,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Gibran mengaitkan pelestarian budaya dengan visi Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter serta kecintaan terhadap budaya bangsa.

BACA JUGA :  Ngarak Kebo Bule Kranggan Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda 2025

Menurutnya, generasi unggul masa depan adalah generasi yang mampu bersaing secara global tanpa kehilangan akar budaya dan identitas nasional.

Sementara itu, Ketua Bela budaya Nusantara Mulyono memanfaatkan momentum tersebut dengan mengusulkan pembangunan Panggung Budaya Nusantara di Lampung Timur.

Menurutnya, fasilitas itu akan menjadi ruang bersama bagi seluruh pelaku seni dan budaya untuk menampilkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus menjadi pusat pelestarian budaya lintas daerah.

“Kami berharap ke depan ada Panggung Budaya Nusantara yang bisa dimanfaatkan semua pihak. Dengan begitu potensi budaya daerah semakin berkembang dan gerakan bela budaya dapat tumbuh di seluruh Indonesia,” kata Mulyono.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan bahwa Provinsi Lampung memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan harus terus dijaga sebagai aset daerah sekaligus aset nasional.

BACA JUGA :  Gibran, Danang dan Penangsang

Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen mengembangkan kampung-kampung budaya di berbagai daerah sebagai pusat pelestarian adat, seni, dan tradisi.

Ia berharap pembangunan sarana dan prasarana pendukung kebudayaan dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.

“Semoga budaya menjadi investasi masa depan. Dengan kolaborasi pemerintah provinsi dan kabupaten, kita optimistis budaya Lampung akan semakin maju, lestari, dan menjadi kebanggaan generasi mendatang,” ujar Jihan.

Kunjungan Wakil Presiden Gibran ke Kawasan Budaya Randu Mas menjadi simbol kuat komitmen pemerintah dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menjaga warisan budaya Nusantara. Di tengah laju modernisasi, pesan yang dibawa dari Lampung Timur sederhana namun bermakna: bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu melangkah ke masa depan tanpa meninggalkan akar budayanya.***