Scroll untuk baca artikel
Hukum & Kriminal

Diduga Berawal dari Teguran, Perselisihan Warga di Lampung Timur Berujung Duel Senjata dan Saling Lapor ke Polisi

×

Diduga Berawal dari Teguran, Perselisihan Warga di Lampung Timur Berujung Duel Senjata dan Saling Lapor ke Polisi

Sebarkan artikel ini
Foto Screenshot cekcok berdarah di Bumi Aji, Sukadana, Lampung Timur pada Selasa (21/7).

LAMPUNG TIMUR – Di tengah penyelidikan polisi atas bentrokan berdarah yang terjadi di Desa Pakuan Aji, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur, sebuah video yang diduga merekam detik-detik peristiwa tersebut beredar luas melalui aplikasi WhatsApp dan menjadi perbincangan masyarakat.

Dalam video berdurasi singkat yang diterima Wawai News, tampak suasana di tepi jalan desa berubah mencekam. Beberapa orang terlihat saling berhadapan, sementara sejumlah warga lainnya hanya menyaksikan dari sekitar lokasi.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Tak lama kemudian, situasi yang semula tampak berupa adu mulut berubah menjadi aksi saling kejar. Dalam rekaman tersebut juga terlihat beberapa orang diduga membawa benda bentuk senjata tajam persis pedang panjang yang menyerupai senjata tajam dan saling menyerang. Kepanikan warga pun tidak dapat dihindari.

Video berakhir setelah beberapa orang berlarian meninggalkan lokasi, diketahui hanya satu yang terluka, meski rekan yang lain telah menghunus senjata tapi saat berhadapan sepertnya nyalinya kendor, sementara sejumlah warga lainnya berusaha menjauh untuk menghindari bentrokan yang semakin memanas.

BACA JUGA :  Polda Lampung Telah Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Jalan Sutami

Meski video tersebut telah menyebar luas di berbagai grup WhatsApp, Wawai News belum dapat memastikan secara independen seluruh rangkaian kejadian yang terekam maupun identitas seluruh pihak yang muncul dalam video tersebut. Kebenaran kronologi secara utuh masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan tersebut diduga berawal dari kesalahpahaman yang dipicu persoalan mobil bermuatan jagung manis. Perselisihan kemudian berkembang hingga terjadi pelemparan batu ke salah satu rumah, sebelum akhirnya berujung aksi kekerasan yang mengakibatkan seorang warga mengalami luka bacok.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Pascakejadian, kedua belah pihak sama-sama melaporkan kasus tersebut ke Polres Lampung Timur agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

BACA JUGA :  Wali Murid SD di Waway Karya Lamtim Protes Terkait Arahan Beli Buku LKS

Perselisihan yang diduga berawal dari persoalan sepele berubah menjadi insiden berdarah di Desa Pakuan Aji, Sukadana, Kabupaten Lampung Timur. Salah paham yang dipicu rasa tersinggung saat mendapat teguran berkembang menjadi aksi saling serang menggunakan senjata tajam hingga berujung laporan polisi dari kedua belah pihak.

Kepala Desa Pakuan Aji, Tan Malaka, dikonfirmasi wawai news terkait kejadian tersebut menjelaskan bahwa narasi yang beredar di masyarakat mengenai mobil bermuatan jagung manis diduga memicu kesalahpahaman antarwarga. Situasi kemudian memanas hingga terjadi pelemparan batu ke salah satu rumah.

Menurut keterangan yang diterima pemerintah desa, setelah rumah tersebut dilempari batu, terjadi bentrokan yang menyebabkan Rd mengalami luka bacok. Dugaan sementara, luka tersebut terjadi saat pemilik rumah berupaya menghadapi massa yang datang.

BACA JUGA :  Hanya Satu Calon, Pilkades Serentak di Lamtim Ditunda

Akibat insiden tersebut, kedua pihak memilih menempuh jalur hukum. Mereka sama-sama melaporkan kejadian itu ke Mapolres Lampung Timur untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Desa Tan Malaka berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan tidak lagi melakukan tindakan yang berpotensi memperkeruh keadaan.

“Saya berharap persoalan ini dapat ditempuh melalui jalur kekeluargaan. Semua pihak harus menahan diri, bersikap bijaksana, dan tidak mengambil langkah-langkah yang dapat memperburuk keadaan. Semoga permasalahan ini dapat diselesaikan dengan jalan yang terbaik,” ujar Tan Malaka.

Hingga berita ini ditulis, kasus tersebut masih dalam penanganan Polres Lampung Timur. Wawai News tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan berhak memberikan klarifikasi sesuai perkembangan penyelidikan.***