Scroll untuk baca artikel
LampungPolitik

Bukan Sekadar Mobil, Ini Kendaraan Harapan: Tri Prabowo dan PKB Hadir Menemani Warga Lampung Timur di Saat Paling Sulit

×

Bukan Sekadar Mobil, Ini Kendaraan Harapan: Tri Prabowo dan PKB Hadir Menemani Warga Lampung Timur di Saat Paling Sulit

Sebarkan artikel ini
Dr. Ir. Tri Prabowo, S.Pt., MM., IPM., ASEAN Eng dan mobil Baguna - foto doc Jali

LAMPUNG TIMUR – Tidak semua orang memiliki kemewahan untuk memanggil ambulans atau menyewa kendaraan ketika anggota keluarganya mendadak harus dirujuk ke rumah sakit. Di banyak pelosok Lampung Timur, persoalan terbesar justru bukan biaya pengobatan, melainkan bagaimana membawa orang yang dicintai menuju tempat mereka bisa diselamatkan.

Di tengah kenyataan itulah, Tri Prabowo, anggota DPRD Kabupaten Lampung Timur dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), memilih menghadirkan sebuah pelayanan yang sederhana namun bermakna besar, Mobil Baguna PKB yang dikhususkan melayani warga di Sekampung Udik yang membutuhkan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Bagi sebagian warga, kendaraan berwarna hijau putih itu mungkin hanya terlihat seperti mobil operasional partai. Namun bagi keluarga yang sedang menghadapi kecemasan, mobil tersebut adalah simbol kepedulian, tempat harapan berangkat menuju kesembuhan.

“Ketika ada warga yang bingung membawa anaknya ke rumah sakit atau orang tua yang harus segera dirujuk, kami ingin hadir. Kadang yang dibutuhkan bukan sekadar bantuan uang, tetapi ada kendaraan yang siap mengantar tanpa membuat keluarga semakin terbebani,” tutur Tri Prabowo.

BACA JUGA :  Gubernur Minta Kendaraan Melintas Tak Lebihi Tonase

Diketahui berdasar laporan pelayanan Mobil Baguna DPC PKB Lampung Timur selama Juni 2026 menunjukkan bahwa kendaraan ini nyaris tak pernah berhenti bergerak.

Sebanyak 46 perjalanan dilakukan untuk mengantar dan menjemput pasien maupun pelayanan sosial lainnya. Rumah sakit yang menjadi tujuan pun tersebar di berbagai daerah, mulai dari RS Mardi Waluyo Metro (8 perjalanan), RS Abdul Moeloek Bandar Lampung, RS Urip Sumoharjo, RS Airan Raya, RS Muhammadiyah Metro, RS Ahmad Yani Metro, RS Advent, RS AKA Sribhawono, RS Permata Hati Way Jepara, hingga RS IHC Krakatau Steel Cilegon, Banten.

Masih ada pula 10 perjalanan lain yang digunakan untuk berbagai pelayanan sosial masyarakat.

Namun angka-angka itu hanyalah catatan administrasi.

Di balik setiap kilometer yang ditempuh, tersimpan kisah seorang ayah yang tak kuasa melihat anaknya menahan sakit, seorang ibu yang rela begadang menemani buah hatinya menjalani pengobatan, hingga lansia yang akhirnya bisa menjalani kontrol rutin tanpa lagi memikirkan ongkos transportasi.

BACA JUGA :  Polisi Bongkar Aksi Pemerasan Bercadar di Wonosobo Tanggamus, Tiga Pelaku Diciduk Satu Buron

Tidak ada tepuk tangan ketika mobil itu berangkat. Tidak ada sorotan kamera ketika pasien tiba di rumah sakit.

Yang ada hanyalah doa-doa lirih dari keluarga yang berharap orang yang mereka cintai segera sembuh.

Pelayanan Mobil Baguna tidak dipungut biaya bagi masyarakat yang benar-benar tidak mampu.

Sementara bagi warga yang memiliki kemampuan ekonomi, PKB menerapkan sistem infak sukarela. Dana tersebut kemudian diputar kembali untuk menjaga keberlangsungan pelayanan.

Laporan keuangan Juni 2026 menunjukkan infak masyarakat mencapai Rp4,3 juta. Dana itu digunakan untuk operasional, terutama pembelian bahan bakar minyak sebesar Rp3,04 juta, biaya operasional lainnya, hingga menyisakan saldo untuk memastikan pelayanan tetap berjalan pada bulan berikutnya.

Skema ini menjadi bentuk gotong royong modern. Mereka yang mampu ikut membantu biaya operasional, sehingga warga lain yang sedang kesulitan tetap dapat memperoleh pelayanan secara gratis.

Bagi Tri Prabowo, politik tidak boleh berhenti di ruang sidang atau sekadar membahas regulasi dan anggaran.

BACA JUGA :  172 Siswa dan Guru di Bandar Lampung Alami Diare Usai Konsumsi MBG, Dapur Dihentikan

Menurutnya, politik harus hadir dalam bentuk yang bisa dirasakan masyarakat secara langsung.

Mobil Baguna menjadi salah satu wujud pengabdian tersebut. Bukan hadir ketika musim kampanye, tetapi ketika telepon datang larut malam karena ada warga yang harus segera dibawa ke rumah sakit.

“Selama mobil ini masih bisa berjalan, selama masih ada masyarakat yang membutuhkan, kami akan terus berusaha melayani. Semoga setiap perjalanan menjadi jalan kebaikan, setiap bantuan menjadi penyambung harapan, dan setiap doa dari masyarakat menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengabdi,” ujar Tri Prabowo.

Di tengah kehidupan yang semakin berat, harapan ternyata bisa datang dalam bentuk yang sederhana.

Bukan berupa janji, bukan pula pidato panjang.

Melainkan sebuah mobil berwarna hijau putih yang siap melaju kapan saja, membawa pasien menuju rumah sakit, mengantar keluarga menuju harapan, dan mengingatkan bahwa di tengah segala keterbatasan, masih ada kepedulian yang terus bergerak bersama PKB untuk masyarakat Lampung Timur.***