Scroll untuk baca artikel
ADVERTORIALLAMPUNG TIMURPENDIDIKAN

SMK Go Global Lampung: Lulusan SMK Disiapkan Kerja ke Luar Negeri, Bukan Sekadar Pegang Ijazah

×

SMK Go Global Lampung: Lulusan SMK Disiapkan Kerja ke Luar Negeri, Bukan Sekadar Pegang Ijazah

Sebarkan artikel ini
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah mendampingi Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela dalam audiensi dengan Menteri Ketenagakerjaan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Mukhtarudin bersama Wakil Menteri KP2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla di Jakarta, pada Kamis (20/8)

JAKARTA — Pemerintah Provinsi Lampung bersama pemerintah kabupaten/kota mulai mendorong langkah konkret agar lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) tidak berhenti pada urusan ijazah, tetapi benar-benar memiliki bekal untuk menembus pasar kerja internasional.

Komitmen tersebut mengemuka saat Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah mendampingi Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela dalam audiensi dengan Menteri Ketenagakerjaan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Mukhtarudin bersama Wakil Menteri KP2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla, pada Kamis (20/8).

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Pertemuan tersebut membahas pengembangan Program SMK Go Global, sebuah skema yang diarahkan untuk mempersiapkan lulusan pendidikan vokasi Lampung agar mampu bekerja di luar negeri melalui jalur resmi, aman, terampil, profesional, dan bermartabat.

Program ini sekaligus menjadi jawaban atas tantangan dunia kerja yang semakin terbuka. Di tengah persaingan tenaga kerja global, lulusan SMK tidak cukup hanya membawa ijazah dan berharap pekerjaan datang mengetuk pintu.

Ijazah tetap penting, tetapi dunia kerja global membutuhkan lebih dari sekadar selembar kertas.

Melalui SMK Go Global, peserta didik diharapkan mendapatkan penguatan kompetensi, sertifikasi keahlian, kemampuan bahasa asing, pemahaman budaya kerja, hingga pengetahuan mengenai prosedur penempatan pekerja migran secara resmi.

BACA JUGA :  Kepsek SMPN 2 Abung Semuli Beri Penjelasan Soal Pengelolaan Dana BOS

Dengan demikian, cita-cita bekerja di luar negeri tidak berhenti sebagai slogan atau sekadar mimpi melihat slip gaji dalam mata uang asing.

Menteri KP2MI Mukhtarudin menyambut baik inisiatif pengembangan SMK Go Global tersebut.

Menurutnya, kesiapan calon pekerja migran harus dibangun sejak masih berada di bangku sekolah. Lulusan SMK perlu memiliki kompetensi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global.

“Lulusan SMK harus dipersiapkan sejak dari bangku sekolah agar memiliki kompetensi, sertifikasi, kemampuan bahasa, serta pemahaman mengenai prosedur bekerja di luar negeri secara resmi,” ujar Mukhtarudin.

Pesan tersebut menjadi penting karena bekerja di luar negeri bukan sekadar persoalan mendapatkan tiket pesawat dan berangkat.

Ada kompetensi yang harus dipenuhi, sertifikasi yang harus dimiliki, bahasa yang perlu dikuasai, dokumen yang harus lengkap, serta prosedur penempatan yang wajib ditempuh secara legal.

Dengan kata lain, jangan sampai tenaga kerja dikirim lebih dulu, baru keterampilan dicari kemudian.

Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menilai SMK Go Global dapat menjadi salah satu langkah konkret untuk membuka pilihan masa depan yang lebih luas bagi generasi muda daerah.

BACA JUGA :  Perampok Sadis Pekerja BRI Link di Lamtim Diringkus

Menurut Ela, pendidikan vokasi harus mampu mengikuti perubahan kebutuhan dunia kerja, termasuk peluang pekerjaan di tingkat internasional.

Karena itu, lulusan SMK perlu dibekali keterampilan, kompetensi, sertifikasi, serta informasi mengenai peluang kerja yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami ingin anak-anak muda dari daerah memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan. Mereka harus dibekali keterampilan, kompetensi dan akses kerja yang jelas, sehingga ketika bekerja ke luar negeri mereka berangkat melalui jalur yang legal, aman dan profesional,” kata Ela.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa peluang kerja luar negeri tidak boleh hanya dilihat dari sisi penempatan.

Lebih jauh, pemerintah harus memastikan calon pekerja benar-benar siap sebelum berangkat. Sebab, pekerja migran yang kompeten dan memahami prosedur akan memiliki posisi yang lebih kuat dalam menghadapi tuntutan dunia kerja sekaligus meminimalkan risiko persoalan selama berada di negara tujuan.

Bagi Ela, pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi harus berjalan beriringan dengan perlindungan pekerja migran.

Anak-anak muda daerah memang perlu memiliki akses terhadap pekerjaan dengan penghasilan yang lebih baik. Namun, kesempatan tersebut harus ditempuh melalui mekanisme yang resmi dan terlindungi.

BACA JUGA :  DUH, Gegara Rambut Peserta Didik di SMA Kebangsaan di Lamsel Jadi Korban Penganiayaan

Artinya, pemerintah tidak cukup hanya mengatakan “silakan bekerja ke luar negeri”.

Pemerintah juga harus memastikan calon pekerja memahami siapa pemberi kerja, bagaimana kontraknya, apa hak dan kewajibannya, bagaimana prosedur keberangkatannya, serta ke mana harus meminta perlindungan ketika menghadapi persoalan.

“SDM unggul dari daerah adalah kekuatan bangsa. Kalau anak-anak muda kita memiliki keterampilan dan daya saing global, tentu ini akan menjadi modal besar bagi Lampung sekaligus Indonesia untuk bersaing di dunia internasional,” ujar Ela.

Sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung, pemerintah kabupaten/kota, satuan pendidikan vokasi, serta KP2MI diharapkan mampu melahirkan pola pendidikan dan penempatan kerja yang lebih terintegrasi.

Sekolah tidak hanya menjadi tempat mengejar kelulusan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan kompetensi yang benar-benar relevan dengan kebutuhan industri.

Dalam konteks SMK Go Global, lulusan diharapkan tidak hanya memiliki cita-cita bekerja di luar negeri, tetapi juga memiliki keahlian, sertifikasi, kemampuan bahasa, pemahaman prosedur, serta akses penempatan yang legal dan terlindungi.***