Scroll untuk baca artikel
Lingkungan HidupZona Bekasi

TPST Bantargebang Terbakar! Gas Metana Mengintai, Api di Zona 3 Padam dalam Sejam

×

TPST Bantargebang Terbakar! Gas Metana Mengintai, Api di Zona 3 Padam dalam Sejam

Sebarkan artikel ini
Potret lonsor di TPST Bantargebang di Kota Bekasi yang dikelola oleh DKI Jakarta, lima orang diduga masih tertimbun longsor, Senin (9/3) - foto doc warga

KOTA BEKASI — Tumpukan sampah di Zona 3 TPST Bantargebang, Kelurahan Ciketing Udik, Kota Bekasi, kembali memunculkan api. Kebakaran terjadi Minggu (13/9/2026) malam dan berhasil dipadamkan sekitar satu jam setelah petugas tiba di lokasi.

Lurah Ciketing Udik Usep Sudharma Wijaya mengatakan laporan warga diterima sekitar pukul 21.30 WIB. Petugas pemadam kebakaran langsung bergerak, dibantu alat berat untuk mengurai timbunan sampah dan menemukan titik api.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Api muncul di bagian atas timbunan, bukan di sisi area TPST. Penyebabnya hingga kini belum dapat dipastikan. Dugaan sementara mengarah pada gas metana yang terbentuk dari timbunan sampah atau faktor manusia.

BACA JUGA :  Wawali Bekasi Tinjau SMPN 4 Jelang Kedatangan Presiden Prabowo: Persiapan Disisir, Standar ‘H-1’ Dimaksimalkan

“Penyebabnya masih belum diketahui. Kemungkinan bisa berasal dari gas metana yang ada di TPST Bantargebang atau mungkin juga akibat ulah manusia,” kata Usep.

Penanganan berlangsung relatif cepat. Dalam waktu sekitar satu jam, api berhasil dijinakkan. Namun, asap yang muncul dari timbunan sempat membuat warga sekitar panik. Sampah yang selama ini diam ternyata punya ‘napas’ sendiri dan ketika gas metana bertemu panas, urusannya bukan lagi sekadar bau.

BACA JUGA :  Makin Parah, Petani di Desa Muara Jaya Diresahkan dengan Kawanan Gajah Liar

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memastikan kebakaran telah dipantau dan ditangani agar tidak merembet ke area lain. Pemkot juga tetap menyiagakan tim untuk memantau kemungkinan munculnya kembali titik api.

“Teman-teman langsung bergerak cepat untuk mengantisipasi agar tidak melebar. Dalam waktu singkat, alhamdulillah sudah bisa terselesaikan,” ujar Tri.

Menurut Tri, pencegahan dilakukan secara berkala melalui penyemprotan oleh petugas pemadam kebakaran, termasuk menggunakan eco enzyme, sebagai bagian dari upaya mereduksi panas dan mengantisipasi kondisi yang berkaitan dengan kandungan gas metana di kawasan tersebut.

BACA JUGA :  Pleno Rekapitulasi di PPK Bekasi Selatan Sempat Ricuh, Ini Penyebabnya

Musim kemarau menjadi tantangan tersendiri. Dengan jutaan ton timbunan sampah dan potensi gas metana, TPST Bantargebang bukan sekadar gunungan sampah, melainkan kawasan yang membutuhkan pengawasan ekstra ketat.

Api memang sudah padam, tetapi pertanyaan tentang sumbernya belum selesai. Yang terbakar sudah dijinakkan; yang belum terbakar jangan sampai menunggu giliran.***