Scroll untuk baca artikel
KABAR DESAZona Bekasi

Yaceu Rebut Lagi Kursi Kades Lambangsari, Petahana Tumbang di Pilkades 2026

×

Yaceu Rebut Lagi Kursi Kades Lambangsari, Petahana Tumbang di Pilkades 2026

Sebarkan artikel ini
Yaceu Herliyanti, S.H. kembali merebut kursi Kepala Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, setelah berhasil mengungguli tiga pesaingnya dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026, Minggu (20/9/2026). - foto dok

BEKASI — Delapan tahun ternyata bukan waktu yang terlalu lama untuk sebuah comeback politik di tingkat desa.

Yaceu Herliyanti, kembali merebut kursi Kepala Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, setelah berhasil mengungguli tiga pesaingnya dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026, Minggu (20/9/2026).

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Yang membuat kemenangan ini menarik, salah satu pesaing Yaceu adalah Pipit Haryanti, kepala desa petahana yang pernah mengalahkannya dalam Pilkades 2018.

Yaceu sebelumnya pernah memimpin Desa Lambangsari untuk periode 2012-2018. Setelah kalah dalam kontestasi 2018, ia harus menepi dari kursi kepala desa selama satu periode.

Kini, panggung itu kembali menjadi miliknya.

BACA JUGA :  Ini, Spot Swafoto Mewah diatas Hamparan Sawah di Bekasi

Berdasarkan hasil penghitungan yang dilaporkan dari Pilkades Lambangsari, Yaceu menjadi calon dengan perolehan suara tertinggi. Ia bersaing dengan Subur Subangkit, Tuti Elawati, dan petahana Pipit Haryanti.

Dalam data hasil akhir yang diterima, Yaceu tercatat memperoleh 2.689 suara, disusul Pipit Haryanti 2.363 suara. Subur Subangkit meraih 1.643 suara, sedangkan Tuti Elawati memperoleh 726 suara.

Namun, terdapat perbedaan angka dengan hasil hitung cepat yang beredar sebelumnya. Data quick count mencatat Yaceu memperoleh 2.722 suara, Pipit Haryanti 2.354 suara, Subur Subangkit 1.653 suara, dan Tuti Elawati 731 suara.

Perbedaan tersebut membuat angka resmi hasil penghitungan perlu merujuk pada rekapitulasi penyelenggara Pilkades.

Terlepas dari selisih angka tersebut, satu hal yang tidak berubah: Yaceu berada di posisi teratas dan mengungguli calon petahana.

BACA JUGA :  Berkunjung ke DPRD Bekasi, Anggota Dewan Lombok Hanya Disuguhi Gorengan

Kalah 2018, Menang 2026

Kemenangan Yaceu menjadi semacam episode kedua dari pertarungan politik desa yang pernah berlangsung delapan tahun lalu.

Pada Pilkades Lambangsari 2018, Yaceu kembali maju setelah sebelumnya menjabat kepala desa. Namun, hasilnya justru berbalik.

Saat itu, Pipit Haryanti memperoleh 3.158 suara, sedangkan Yaceu mengumpulkan 2.763 suara. Calon lainnya, Hasan Hariri, memperoleh 91 suara.

Yaceu pun harus menerima kekalahan dengan selisih 395 suara.

Delapan tahun kemudian, sejarah itu berbalik arah.

Yaceu kembali maju dan kali ini berhasil melewati perolehan suara Pipit Haryanti. Dari pertarungan yang sama-sama mempertemukan dua nama berpengalaman, masyarakat Lambangsari kembali memberikan mandat kepada Yaceu.

BACA JUGA :  Pohon Tumbang Lumpuhkan Jalan Kaliabang Tengah Diakibatkan Akar Keropos Pembakaran Sampah

Kalau politik desa punya istilah rematch, inilah salah satu contohnya. Bedanya, pertandingan kedua tidak berakhir dengan skor yang sama.

Kemenangan tersebut sekaligus mengembalikan Yaceu ke kursi kepala desa setelah menjalani satu periode di luar pemerintahan desa.

Pilkades 2026: Partisipasi Tinggi, Desa Jadi Panggung Utama

Pilkades Lambangsari menjadi bagian dari Pilkades Serentak 2026 Kabupaten Bekasi yang digelar di 154 desa pada Minggu (20/9/2026).

Pemkab Bekasi menyebut pelaksanaan secara umum berlangsung lancar dan kondusif.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Setda Kabupaten Bekasi Hudaya mengatakan, laporan sementara menunjukkan partisipasi pemilih di sejumlah wilayah berada pada kisaran 90 hingga 95 persen.