LAMPUNG TIMUR — Harapan mendapat makanan bergizi justru dibarengi keluhan lingkungan.
Sejumlah warga di sekitar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Siger Anugrah Nusantara Abadi, Desa Tanjung Wangi, Kecamatan Waway Karya, Lampung Timur, mengeluhkan bau menyengat yang disebut muncul dari sekitar saluran pembuangan.
Keluhan warga bukan hanya soal aroma yang mengganggu.
Bau tersebut disebut cukup menyengat hingga membuat sebagian orang merasa mual ketika berada di sekitar lokasi.
“Baunya menyengat. Kadang sampai membuat mual,” ujar salah seorang warga kepada Wawai News.
Warga meminta pengelola tidak hanya memperhatikan makanan yang keluar dari dapur, tetapi juga kondisi lingkungan di sekitarnya.
Sebab, dapur MBG setiap hari menjalankan aktivitas memasak dan pencucian yang tentunya menghasilkan air limbah serta sisa bahan makanan.
Di sinilah persoalan mulai dipertanyakan.
Limbahnya dibuang ke mana?
Drainase Berubah Jadi Titik Keluhan
Hasil dokumentasi yang diperoleh Wawai News menunjukkan adanya saluran di bagian depan dan belakang bangunan.
Pada beberapa titik terlihat genangan dengan warna kecokelatan hingga gelap.
Kondisi tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa telah terjadi pencemaran. Namun, temuan visual ditambah keluhan mengenai bau membuat kondisi saluran tersebut patut diperiksa.
Apalagi jika cairan tersebut memang berasal dari kegiatan dapur.
Pemeriksaan laboratorium dan pengecekan teknis menjadi penting untuk mengetahui apakah air tersebut mengandung parameter pencemar atau tidak.
Tanpa pemeriksaan, warna air hanya menjadi tanda tanya.
Begitu pula bau.
Tetapi ketika tanda-tanda tersebut muncul bersamaan dengan keluhan warga, persoalannya tidak semestinya berhenti pada saling klaim.
Bukan Cuma Bau, Status Izin Lingkungan Ikut Dipertanyakan
Persoalan lain yang ikut mencuat adalah status dokumen lingkungan SPPG tersebut.
Informasi yang diterima Wawai News menyebutkan dapur MBG Tanjung Wangi diduga belum mengantongi dokumen lingkungan yang diperlukan.
Wawai News kemudian meminta penjelasan kepada salah seorang pekerja di dapur.
Pekerja tersebut membenarkan bahwa dokumen lingkungan disebut belum ada dan menyampaikan kemungkinan masih dalam proses.












