JAKARTA — Merasa kondisi ekonomi keluarga tidak sesuai dengan desil yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)? Jangan buru-buru menyimpulkan data salah, apalagi pasrah ketika posisi desil tidak sesuai dengan kondisi nyata.
Pemerintah memang membuka ruang bagi masyarakat untuk mengusulkan pembaruan maupun menyanggah data sosial ekonomi yang dinilai tidak sesuai. Mekanismenya tersedia melalui aplikasi Cek Bansos serta jalur pemerintah desa atau kelurahan dan Dinas Sosial.
Yang perlu dipahami, sanggah desil bukan tombol ajaib yang sekali ditekan langsung mengubah angka desil. Data yang diajukan tetap harus diverifikasi dan divalidasi sebelum menjadi bahan pemutakhiran DTSEN.
Apa Itu Desil DTSEN?
Desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi. Dalam DTSEN terdapat 10 desil, dengan masing-masing kelompok mencakup sekitar 10 persen keluarga berdasarkan pemeringkatan kesejahteraan.
Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan 10 persen terbawah, sedangkan desil 10 berada pada kelompok 10 persen dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.
Pemeringkatan tersebut tidak hanya melihat satu indikator. Data yang digunakan mencakup antara lain kondisi individu seperti pekerjaan dan pendidikan, kondisi tempat tinggal termasuk rumah dan daya listrik, serta kepemilikan aset.
Karena kondisi masyarakat berubah, desil juga bersifat dinamis. Perubahan pekerjaan, penghasilan, kondisi rumah tangga, perpindahan domisili, anggota keluarga, maupun perubahan kepemilikan aset dapat menjadi bagian dari informasi sosial ekonomi yang perlu diperbarui.
Kemensos menegaskan bahwa jika data desil tidak sesuai kondisi nyata, masyarakat dapat mengajukan pembaruan melalui desa/kelurahan dan Dinas Sosial atau melalui aplikasi Cek Bansos. Data tersebut selanjutnya dapat dihitung ulang secara berkala.
Sebelum Sanggah, Cek Dulu Data Anda
Langkah pertama bukan langsung marah kepada sistem, tetapi cek data.
Masyarakat dapat membuka laman resmi Cek Bansos Kemensos, kemudian memasukkan NIK 16 digit sesuai KTP dan kode verifikasi yang tersedia.
Setelah pencarian dilakukan, sistem akan menampilkan informasi terkait data penerima manfaat dan posisi desil yang tercatat dalam DTSEN.
Laman resmi Cek Bansos Kemensos:
cekbansos.kemensos.go.id
Pengecekan ini penting agar warga mengetahui terlebih dahulu data apa yang tercatat sebelum mengajukan koreksi.
Kapan Masyarakat Perlu Mengajukan Sanggah?
Sanggah dapat diajukan apabila terdapat ketidaksesuaian antara data dalam sistem dengan kondisi sebenarnya.
Contohnya, kondisi ekonomi keluarga sudah berubah tetapi data sosial ekonominya belum diperbarui. Sebaliknya, masyarakat juga dapat menyampaikan informasi apabila mengetahui ada penerima bantuan yang menurut kondisi faktual sudah tidak sesuai dengan kriteria.
Mekanisme tersebut dirancang untuk membantu mengurangi dua persoalan data, yakni exclusion error, ketika warga yang layak justru tidak masuk sasaran, dan inclusion error, ketika warga yang dinilai tidak layak masih tercatat sebagai penerima.
Namun, laporan tetap harus berdasarkan kondisi nyata dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Cara Sanggah Desil Lewat Aplikasi Cek Bansos
Bagi masyarakat yang memilih jalur digital, mekanismenya secara umum sebagai berikut:
1. Buka aplikasi Cek Bansos resmi Kemensos.
Gunakan aplikasi resmi dan hindari memberikan NIK, KK atau data pribadi kepada pihak yang tidak jelas.
2. Buat akun atau masuk ke akun yang sudah tersedia.
Data identitas harus sesuai dengan dokumen kependudukan.
3. Periksa data dan posisi desil.
Pastikan informasi yang tercantum memang tidak sesuai dengan kondisi sosial ekonomi sebenarnya.
4. Pilih menu Usul atau Sanggah.
Gunakan menu sesuai tujuan pengajuan. Menu tersebut merupakan kanal partisipasi masyarakat dalam pemutakhiran data.
5. Jelaskan kondisi yang sebenarnya.
Tuliskan alasan secara jelas dan faktual. Hindari keterangan yang berlebihan atau tidak dapat dibuktikan.
6. Lampirkan data atau dokumen pendukung apabila diminta.
Dokumen pendukung dapat membantu proses verifikasi, terutama ketika terdapat perubahan kondisi sosial ekonomi.
7. Kirim pengajuan.
Setelah dikirim, laporan tidak langsung mengubah desil. Pengajuan harus melewati tahapan verifikasi dan validasi sebelum menjadi bahan pemutakhiran data.
Tidak Punya Aplikasi? Bisa Lewat Desa atau Kelurahan
Masyarakat yang kesulitan menggunakan aplikasi tidak harus menyerah pada teknologi.
Pemutakhiran dapat ditempuh melalui pemerintah desa atau kelurahan dan Dinas Sosial. Jalur formal tersebut melibatkan proses verifikasi dan validasi di tingkat daerah sebelum data diteruskan dalam mekanisme pemutakhiran DTSEN.
Kemensos sebelumnya menjelaskan bahwa jalur formal pemutakhiran dapat melalui RT/RW, musyawarah desa atau kelurahan, Dinas Sosial kabupaten/kota, pendamping PKH, hingga proses penetapan pemerintah daerah.
Artinya, bagi warga yang tidak nyaman dengan aplikasi, pintu pelayanan tidak berhenti di layar ponsel.
Siapkan Bukti, Jangan Hanya Modal Keluhan
Sanggahan akan lebih mudah diverifikasi apabila masyarakat menyampaikan data yang benar dan bukti pendukung yang relevan.
Dokumen yang sebaiknya disiapkan antara lain:
- KTP;
- Kartu Keluarga;
- data atau dokumen yang menunjukkan perubahan kondisi sosial ekonomi;
- foto kondisi rumah apabila diperlukan;
- bukti terkait kondisi tempat tinggal atau aset apabila relevan;
- dokumen pendukung lain yang diminta petugas.
Prinsipnya sederhana: data harus menggambarkan kondisi nyata, bukan kondisi yang dibuat agar terlihat lebih miskin atau lebih kaya.
Kemensos juga menekankan pentingnya verifikasi lapangan. Pendamping PKH dilibatkan untuk melakukan pengecekan dan memfasilitasi pemutakhiran, termasuk melakukan verifikasi terhadap usul dan sanggah masyarakat.
Setelah Sanggah, Apakah Desil Langsung Berubah?
Tidak.
Ini bagian yang sering disalahpahami.
Pengajuan sanggah merupakan permintaan pemutakhiran data, bukan keputusan otomatis mengenai perubahan desil.
Data yang diajukan masyarakat perlu melalui proses verifikasi dan validasi. Setelah data diperbarui, pemeringkatan desil dilakukan berdasarkan pengolahan data sosial ekonomi yang menjadi bagian dari DTSEN.
Karena itu, warga tidak perlu heran apabila setelah mengajukan sanggah angka desil belum langsung berubah pada hari yang sama.
Secara sederhana alurnya adalah:
Cek data → ajukan sanggah → verifikasi/validasi → pemutakhiran data → pemeringkatan ulang → hasil diperbarui.
Kemensos dan BPS juga menempatkan pemutakhiran sebagai proses berkala karena kondisi sosial ekonomi masyarakat memang terus berubah.
Desil 1-4 dan Hubungannya dengan Bansos
Posisi desil juga penting karena digunakan sebagai salah satu dasar dalam menentukan sasaran bantuan sosial.











