Scroll untuk baca artikel
EKONOMIZona Bekasi

Gebrak Pasar Bekasi Dimulai Jumat, Tri Bidik Rp150 Juta Berputar di Pasar Rakyat

×

Gebrak Pasar Bekasi Dimulai Jumat, Tri Bidik Rp150 Juta Berputar di Pasar Rakyat

Sebarkan artikel ini
Suasana penuh semangat dan kebersamaan terlihat di Kecamatan Bekasi Selatan saat masyarakat memadati kegiatan senam bersama dan bazar UMKM yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Bekasi ke-29, Sabtu (9/5) - foto doc

KOTA BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi mendorong penguatan ekonomi lokal melalui program Gebrak Pasar (Gerakan Belanja ke Pasar). Program tersebut mengajak aparatur pemerintah dan masyarakat kembali berbelanja di pasar tradisional untuk meningkatkan aktivitas perdagangan serta mendukung pedagang dan pelaku UMKM.

Program Gebrak Pasar akan mulai dilaksanakan Jumat mendatang. Hal itu disampaikan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat memimpin Apel Pagi jajaran aparatur Pemerintah Kota Bekasi di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (28/9/2026).

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Tri mengatakan program tersebut akan dilaksanakan setiap awal bulan, khususnya pada momentum tanggal muda ketika masyarakat dan aparatur mulai memenuhi kebutuhan belanja bulanan.

Melalui program itu, jajaran Pemkot Bekasi akan diarahkan untuk berbelanja berbagai kebutuhan di pasar tradisional setelah mengikuti kegiatan senam bersama yang akan digelar di Pasar Baru.

Menurut Tri, langkah tersebut diharapkan dapat mendorong sebagian belanja pegawai dan masyarakat beralih ke pasar rakyat sehingga perputaran uang dapat dirasakan secara langsung oleh pedagang dan pelaku UMKM.

BACA JUGA :  Aliansi Masyarakat Cinta Bekasi: Jangan Bawa Gosip Politik ke Meja Hukum

“Kita inisiasi setiap awal bulan di tanggal muda dengan harapan belanja bulanan pegawai beralih ke pasar. Jika rata-rata belanjanya Rp100.000 dan dihadiri sekitar 1.500 orang, setidaknya ada Rp150 juta perputaran uang yang beredar di pasar pada hari itu,” ujar Tri.

Dorong Aktivitas Pedagang Pasar

Tri menilai kondisi pasar di Kota Bekasi saat ini semakin baik dari sisi kebersihan, keamanan, dan penataan.

Ia juga menyebut harga sejumlah kebutuhan di pasar cukup kompetitif sehingga masyarakat memiliki pilihan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membantu meningkatkan aktivitas perdagangan.

Gebrak Pasar tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan transaksi pedagang pasar tradisional, tetapi juga memperkuat ekosistem UMKM di Kota Bekasi.

Dengan meningkatnya jumlah masyarakat yang berbelanja di pasar, aktivitas perdagangan diharapkan ikut meningkat dan memberikan dampak terhadap pendapatan pedagang serta pelaku usaha kecil.

BACA JUGA :  Kota Bekasi Jadi Tuan Rumah IMAG I 2023, Tri Adhianto: Ini Jadi Pemanasan

Pemerintah Kota Bekasi juga ingin menjadikan kegiatan tersebut sebagai gerakan berkelanjutan, bukan hanya kegiatan yang berlangsung pada satu momentum.

Karena itu, pelaksanaannya direncanakan mengikuti siklus awal bulan sehingga masyarakat dan aparatur memiliki kesempatan untuk menjadikan pasar tradisional sebagai salah satu pilihan dalam memenuhi kebutuhan belanja.

Penanganan Sampah Jadi Perhatian

Dalam apel yang sama, Tri juga meminta percepatan penanganan persoalan sampah di Kota Bekasi.

Ia menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mengambil langkah yang lebih cepat dan solutif, termasuk menangani sampah yang berada di sungai.

Selain penanganan di lapangan, masyarakat juga didorong melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah.

Tri meminta hasil studi maupun pembelajaran dari daerah lain tidak berhenti pada kegiatan studi banding, tetapi diterapkan menjadi program konkret yang disesuaikan dengan kondisi Kota Bekasi.

Sistem Presensi ASN Dikaji

Tri turut menyoroti kedisiplinan aparatur, khususnya terkait kehadiran dalam apel pagi.

BACA JUGA :  Ganti Rugi Korban Ledakan SPBE Cimuning Tak Kunjung Cair, Pemkot Bekasi Ultimatum: Bayar atau Tutup!

Ia meminta BKPSDM Kota Bekasi mengkaji penyatuan sistem presensi Beetri dan fingerprint untuk meningkatkan efektivitas sistem kehadiran serta meminimalkan potensi manipulasi presensi.

Penguatan sistem tersebut diharapkan dapat mendukung kedisiplinan aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Selain program ekonomi dan penanganan lingkungan, Tri menyampaikan rencana penyerahan bantuan kemanusiaan Pemerintah Kota Bekasi sebesar Rp2,1 miliar beserta pakaian layak pakai untuk Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam kesempatan tersebut, apresiasi juga disampaikan atas capaian DPPKB di tingkat Jawa Barat serta prestasi siswa SMAN 1 dan SMAN 10 Kota Bekasi.

Program Gebrak Pasar selanjutnya akan mulai dilaksanakan pada Jumat mendatang dengan melibatkan jajaran aparatur Pemkot Bekasi dan masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional.

Pemerintah Kota Bekasi menargetkan kegiatan tersebut dapat meningkatkan transaksi sekaligus memperkuat perputaran ekonomi pedagang pasar dan UMKM lokal.***