Scroll untuk baca artikel
NASIONAL

Macet dan KRL Tiap 5 Menit, Bekasi Siapkan Flyover Bulak Kapal Rp312 Miliar

×

Macet dan KRL Tiap 5 Menit, Bekasi Siapkan Flyover Bulak Kapal Rp312 Miliar

Sebarkan artikel ini
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam kegiatan inspeksi lapangan dan monitoring pembangunan infrastruktur di Kota Bekasi, Jumat (30/10/2026). - foto dok

KOTA BEKASI – Rencana pembangunan Flyover Bulak Kapal, Kota Bekasi, memasuki tahap percepatan. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), turun langsung meninjau lokasi bersama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Jumat (30/10/2026). Proyek yang ditujukan untuk mengurai kemacetan dan mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang itu diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp312 miliar.

Peninjauan dilakukan di dua titik, yakni Jembatan Kemang Pratama, Bekasi Selatan, dan kawasan Bulak Kapal, Bekasi Timur. Di Bulak Kapal, AHY menegaskan pembangunan flyover menjadi kebutuhan mendesak karena tingginya frekuensi perjalanan kereta api dan kepadatan kendaraan yang melintasi kawasan tersebut.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Setiap lima menit KRL lewat. Jadi, ini isu yang sudah lama, ketika traffic akan sangat terdampak oleh mobilitas kereta, yang itu juga digunakan secara masif oleh masyarakat kita untuk melakukan perjalanan setiap hari,” kata AHY.

BACA JUGA :  Jeko Minta Proyek Smartboard Disdik Kota Bekasi Rp24 Miliar, Dibatalkan

Menurut dia, pembangunan flyover diperlukan untuk mencegah kecelakaan sekaligus mengurai kemacetan yang selama ini terjadi akibat perlintasan kereta. Infrastruktur tersebut juga diharapkan mempercepat mobilitas masyarakat, mulai dari pengendara sepeda motor, mobil pribadi hingga kendaraan angkutan barang.

Berdasarkan perencanaan, proyek ini membutuhkan anggaran sekitar Rp126 miliar untuk pembebasan lahan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bekasi. Sementara pembangunan fisik flyover diperkirakan menelan anggaran Rp186 miliar. Dengan demikian, total kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp312 miliar.

Flyover dirancang memiliki panjang sekitar 500 meter dengan ketinggian ruang bebas atau clearance sekitar 7,5 meter. Desain tersebut harus memenuhi standar keselamatan dan ketentuan teknis PT Kereta Api Indonesia (KAI) agar tidak mengganggu operasional perjalanan kereta.

BACA JUGA :  Kemenkes Temukan Satu Dokter di RS Kartika Husada Jatiasih Tak Miliki Izin

Untuk pembebasan lahan, dari total 76 bidang yang dibutuhkan, sebanyak 40 bidang telah dinyatakan selesai. Adapun 36 bidang lainnya masih dalam proses penyelesaian pembayaran. Pemkot Bekasi menargetkan seluruh pembebasan lahan rampung pada November 2026.

Tri Adhianto mengatakan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar proses pembebasan lahan tidak menghambat tahapan pembangunan. Ia berharap pekerjaan fisik dapat segera dimulai sesuai jadwal.

“Untuk pembebasan lahan, kami terus melakukan koordinasi dan percepatan bersama seluruh pihak terkait. Kami berharap seluruh proses dapat segera diselesaikan sehingga pembangunan fisik Flyover Bulak Kapal dapat berjalan sesuai jadwal,” ujar Tri.

Pembangunan flyover direncanakan memasuki tahap pelaksanaan pada awal November 2026 melalui penerbitan Surat Perintah Kerja (SPK). Proyek tersebut diperkirakan berlangsung selama 16 bulan dan ditargetkan selesai pada triwulan pertama 2028.

BACA JUGA :  KPK OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Publik Menanti Kasus yang Menjeratnya

Dalam kunjungan itu, AHY juga meninjau Jembatan Kemang Pratama yang sebelumnya ambles dan terputus akibat banjir pada 6 Maret 2025. Setelah melalui proses penanganan dan pembangunan kembali, jembatan tersebut resmi dibuka untuk kendaraan sejak 19 Agustus 2026.

AHY menegaskan pemerintah pusat akan terus mengawal pembangunan infrastruktur tersebut bersama Pemkot Bekasi. Ia menyebut flyover Bulak Kapal penting untuk menunjang keselamatan, produktivitas ekonomi, dan kenyamanan perjalanan warga.

“Ini harus segera kita bangun karena memang sangat dibutuhkan oleh warga untuk keselamatan, untuk produktivitas ekonomi, dan untuk kenyamanan kita semuanya. Mudah-mudahan bisa segera kita hadirkan untuk masyarakat Bekasi,” tegas AHY.***