JAKARTA TIMUR – Sebuah tempat usaha yang memasang identitas sebagai agen telur dan minyak goreng di Jalan Lingkar Timur, di Duren Sawit, Jakarta Timur, menjadi sorotan warga. Lokasi tersebut diduga menjadi tempat transaksi obat-obatan keras jenis Tramadol, Excimer, dan obat sejenis.
Tempat usaha itu berada tepat di seberang SDN 18 Pagi dan tidak jauh dari SMP Negeri 167 Jakarta. Kedekatannya dengan fasilitas pendidikan menimbulkan kekhawatiran warga terhadap dugaan aktivitas perdagangan obat-obatan keras di kawasan tersebut.
Informasi mengenai dugaan transaksi obat keras itu berkembang di tengah masyarakat. Warga meminta aparat penegak hukum memeriksa aktivitas tempat usaha tersebut, termasuk memastikan legalitas perdagangan dan asal-usul obat yang diduga diperjualbelikan.
Selain dugaan peredaran obat keras, muncul informasi mengenai kemungkinan adanya perlindungan dari pihak tertentu, termasuk oknum kepolisian dan organisasi kemasyarakatan (ormas).
Namun, informasi tersebut belum terverifikasi dan masih memerlukan penyelidikan. Belum ada bukti maupun keterangan resmi yang memastikan keterlibatan pihak-pihak tersebut.
Apabila ditemukan indikasi keterlibatan oknum dalam aktivitas perdagangan obat tanpa hak, aparat diminta menelusuri dan memprosesnya sesuai ketentuan hukum.
Warga mendesak Polsek Duren Sawit, Polres Metro Jakarta Timur, Polda Metro Jaya, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menindaklanjuti dugaan tersebut.
Pemeriksaan diharapkan mencakup aktivitas perdagangan, legalitas usaha, sumber pasokan obat, serta kemungkinan keterlibatan jaringan distribusi.
Tramadol merupakan obat keras yang penggunaannya harus berdasarkan ketentuan medis. Peredaran obat tanpa hak dan tidak sesuai ketentuan dapat dikenai sanksi hukum.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun pengelola tempat usaha terkait dugaan tersebut.
Redaksi Wawai News membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini.
Penulis: Syarif Hidayatullah













