Scroll untuk baca artikel
Lampung

Bandar Lampung Expo 2026 Dibuka, Eva Dwiana Genjot Investasi dan 15 Ribu Beasiswa

×

Bandar Lampung Expo 2026 Dibuka, Eva Dwiana Genjot Investasi dan 15 Ribu Beasiswa

Sebarkan artikel ini
HUT ke-344 Bandar Lampung, Eva Dwiana Jadikan Expo 2026 Etalase Investasi dan Masa Depan Anak Muda, dibuka Jumat (17/7) - foto dok

BANDAR LAMPUNG – Gemerlap lampu, riuh pengunjung, dan deretan stan yang memamerkan potensi daerah menandai dibukanya Bandar Lampung Expo 2026, Jumat (17/7/2026) malam. Namun, di balik kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-344 Kota Bandar Lampung itu, tersimpan pesan besar: membangun kota bukan hanya lewat beton dan gedung, tetapi juga melalui investasi dan sumber daya manusia yang unggul.

Expo yang digelar hingga 24 Juli 2026 ini resmi dibuka Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana didampingi Wakil Wali Kota Deddy Amarullah. Pembukaan turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Komjen Pol Tomsi Tohir, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mewakili Gubernur Lampung, jajaran Forkopimda, kepala daerah se-Lampung, pimpinan perguruan tinggi, serta ribuan masyarakat.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Dalam sambutannya, Eva Dwiana menegaskan bahwa posisi Bandar Lampung sebagai gerbang Provinsi Lampung sekaligus pintu masuk Pulau Sumatera harus menjadi modal untuk melompat lebih jauh dalam pembangunan.

“Bandar Lampung harus menjadi kota terbaik karena merupakan gerbang Provinsi Lampung sekaligus pintu masuk Pulau Sumatera. Pembangunan harus terus bergerak dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Eva.

Menurutnya, pembangunan tidak lagi cukup diukur dari banyaknya jalan, gedung, atau infrastruktur yang berdiri. Investasi terbesar justru harus diarahkan pada peningkatan kualitas manusia.

Karena itu, Pemerintah Kota Bandar Lampung menggulirkan berbagai program pendidikan, mulai dari sekolah gratis untuk SD dan SMP negeri, 10 ribu beasiswa bagi pelajar SMA/SMK, hingga 5 ribu beasiswa perguruan tinggi bagi warga Bandar Lampung.

Program tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan Universitas Lampung (Unila), UIN Raden Intan Lampung, serta sejumlah perguruan tinggi swasta. Bahkan, kesempatan melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktor (S3) juga dibuka bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung.

BACA JUGA :  Sembako Tidak Sesuai, KPM Bisa Langsung Tukar Ke Agen

Eva menilai, investasi di sektor pendidikan akan melahirkan generasi yang mampu bersaing sekaligus menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi daerah pada masa mendatang.

Di sisi lain, Pemkot Bandar Lampung terus membuka ruang bagi para investor. Pertumbuhan hotel, kawasan bisnis, dan berbagai proyek strategis diyakini mampu menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ketika investasi tumbuh, ekonomi masyarakat ikut bergerak. Karena itu pemerintah terus menciptakan iklim yang kondusif agar investor datang dan masyarakat memperoleh manfaatnya,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan menilai Bandar Lampung Expo telah berkembang menjadi lebih dari sekadar pameran tahunan. Menurutnya, expo menjadi wadah promosi pembangunan sekaligus ruang bertemunya pemerintah, pelaku usaha, UMKM, dan masyarakat.

BACA JUGA :  Pemkab Lamtim Usulkan Harga Singkong Rp900, Potongan Tertinggi 20 Persen

“Expo menjadi media komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan karena menghadirkan pelaku UMKM, industri kreatif, serta berbagai produk unggulan daerah,” ujar Marindo.

Selama sepekan ke depan, Bandar Lampung Expo 2026 akan menghadirkan puluhan stan pemerintah, UMKM, pelaku usaha, dan berbagai instansi yang menampilkan inovasi pelayanan publik, produk unggulan daerah, peluang investasi, hingga potensi ekonomi kreatif.

Di tengah tantangan persaingan antarwilayah, Expo 2026 menjadi panggung bagi Bandar Lampung untuk menunjukkan wajah kota yang terus berbenah bukan hanya sebagai pusat perdagangan dan jasa, tetapi juga sebagai daerah yang serius membangun kualitas manusianya sekaligus membuka pintu selebar-lebarnya bagi investasi yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.***