TANGGAMUS – Di tengah masih banyaknya persoalan pendidikan dan pembangunan yang menanti penyelesaian di Kabupaten Tanggamus, Bupati Moh. Saleh Asnawi memilih membuka pintu kerja sama hingga ke Turki. Langkah ini digadang-gadang sebagai upaya menghadirkan beasiswa, pertukaran budaya, transfer teknologi, hingga peluang investasi. Namun publik tentu menanti, apakah hasilnya akan benar-benar dirasakan masyarakat atau hanya berhenti sebagai dokumentasi audiensi.
Bupati Saleh Asnawi melakukan pertemuan dengan Direktur Yunus Emre Enstitüsü (YEE), Dr. Cemal Sahin, di Jakarta, Kamis (23/7/2026). Pertemuan tersebut membahas penjajakan kerja sama melalui program Academic and Scientific Cooperation Project of Turkey (TABIP).
Dalam rombongan, Bupati didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Rully Runa Yuda, Kepala Bapperida Doni Sengaji Berisang, Kepala Dinas Pendidikan Victor Libradi, serta Kepala Dinas Kominfo Suhartono.
Sejumlah agenda dibahas, mulai dari peluang beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa asal Tanggamus, pertukaran budaya, seminar, penelitian, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Pemerintah Kabupaten Tanggamus juga menawarkan potensi daerah di sektor pariwisata, pertanian, perikanan, dan sumber daya alam sebagai daya tarik bagi calon investor Turki.
Saleh Asnawi menyebut kerja sama itu diharapkan menjadi pintu masuk menuju kolaborasi ekonomi yang lebih luas.
“Kami ingin putra-putri Tanggamus memiliki kesempatan belajar di Turki. Kami juga berharap kerja sama ini berkembang ke transfer teknologi, investasi, dan penguatan ekonomi daerah,” ujarnya.
Namun, harapan besar itu masih berada pada tahap penjajakan. Belum ada nota kesepahaman yang diumumkan, belum ada kuota beasiswa yang dipastikan, apalagi nilai investasi yang disepakati.
Di sisi lain, masyarakat Tanggamus tentu berharap diplomasi internasional tidak sekadar menjadi agenda foto bersama atau kunjungan seremonial. Beasiswa memang penting, tetapi kualitas sekolah, fasilitas pendidikan, jalan rusak, layanan kesehatan, hingga kesejahteraan petani dan nelayan juga menunggu solusi nyata di daerah sendiri.
Kepala Bapperida Doni Sengaji Berisang mengatakan fokus utama pembahasan ialah membuka akses pendidikan internasional sekaligus memperkenalkan potensi Tanggamus kepada mitra dari Turki.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Suhartono berharap komunikasi tersebut berlanjut menjadi program konkret yang benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
Kini bola ada di tangan Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Publik tidak hanya menunggu kabar tentang pertemuan dengan mitra luar negeri, tetapi juga bukti nyata berupa mahasiswa yang benar-benar berangkat kuliah ke Turki, investasi yang masuk, lapangan kerja yang tercipta, dan transfer teknologi yang bisa dirasakan masyarakat.
Sebab dalam dunia pemerintahan, yang dikenang bukan banyaknya audiensi, melainkan banyaknya janji yang berhasil diwujudkan. ***











