Scroll untuk baca artikel
HUKRIMLAMPUNG TIMUR

Dari Video Call ke Ujung Pisau: Pria di Jabung Kena Pagas, Lari Menyelamatkan Diri ke Polsek

×

Dari Video Call ke Ujung Pisau: Pria di Jabung Kena Pagas, Lari Menyelamatkan Diri ke Polsek

Sebarkan artikel ini
Dua pelaku berinisial MD dan MY penusukan di Jabung ditahan polisi, keduanya menyerahkan diri setelah kejadian - foto dok

LAMPUNG TIMUR Suasana di Jabung, Lampung Timur, dibuat geger setelah seorang pria berinisial AT menjadi korban penyerangan menggunakan senjata tajam hingga mengalami sejumlah luka pagas dibagian perut dan punggungnya, pada Jumat (21/8/2026) pagi.

Ironisnya, korban yang terluka kena “pagas” dibagian perutnya, sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menuju Polsek Jabung. Namun, berdasarkan keterangan polisi, korban masih dikejar hingga mengalami luka kembali di sekitar depan portal Mapolsek.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Peristiwa berdarah tersebut diduga merupakan buntut persoalan penyebaran foto tangkapan layar percakapan video call antara korban dengan seorang perempuan yang diketahui telah bersuami.

Persoalan yang awalnya dibicarakan secara kekeluargaan itu kemudian memanas dan berujung pada penyerangan menggunakan senjata tajam.

Masalah yang bermula dari foto di layar ponsel akhirnya berujung pada luka di tubuh dan perkara pidana.

Berawal dari Foto Video Call yang Beredar

Kasatreskrim Polres Lampung Timur Iptu Muhammad Iksir mengatakan perkara tersebut ditangani setelah keluarga korban melaporkan dugaan penganiayaan atau pengeroyokan ke Polsek Jabung.

BACA JUGA :  Coba Temui Bupati OKI, Ending-nya? Ditangkap Jaksa Beneran

Menurut keterangan keluarga korban, persoalan bermula pada Juli 2026 ketika sejumlah foto yang memperlihatkan AT sedang melakukan video call dengan seorang perempuan dalam pose yang dianggap tidak pantas tersebar di masyarakat.

Perempuan tersebut diketahui merupakan warga Desa Negara Batin dan telah bersuami.

Setelah foto beredar, keluarga korban kemudian mendatangi keluarga perempuan tersebut untuk meminta maaf.

Pertemuan sempat diarahkan menuju penyelesaian secara kekeluargaan.

Namun, kesepakatan tidak tercapai.

Dalam pembicaraan tersebut, kedua pihak disebut membahas pembayaran denda sebagai bagian dari penyelesaian persoalan.

Keluarga korban mengaku hanya mampu menyediakan sekitar Rp20 juta, sementara pihak keluarga perempuan meminta Rp50 juta.

Perbedaan nominal tersebut membuat penyelesaian secara kekeluargaan tidak menemukan titik temu.

Situasi kemudian semakin panas.

Berdasarkan keterangan dalam laporan polisi, salah satu pihak keluarga perempuan bahkan disebut meminta agar korban diserahkan untuk “diselesaikan”.

Di sinilah persoalan mulai bergeser dari meja perundingan menuju perkara yang jauh lebih serius.

BACA JUGA :  Camat Margatiga Lempar ke Kades atau BPN, Ditanya Soal Tarif PTSL Rp400 Ribu

Kalau masalah sudah dibicarakan dengan uang tetapi tidak selesai, jangan sampai penyelesaiannya bergeser menjadi urusan pisau dan rumah sakit.

Puncak kejadian berlangsung Jumat sekitar pukul 08.00 WIB.

Dua orang berinisial MD dan MY, yang disebut sebagai keluarga perempuan tersebut, mendatangi rumah korban.

Salah seorang kemudian memanggil AT dan mengajaknya berkelahi di lokasi lain.

Korban keluar rumah hingga terjadi cekcok.

Saat pertengkaran berlangsung, salah seorang dari mereka disebut sempat hendak mengambil sesuatu dari bagian pinggangnya.

Aksi tersebut berhasil dilerai oleh pelapor dan seorang tetangga korban.

Namun, persoalan ternyata belum selesai.

Tak lama kemudian, dua orang lainnya datang menggunakan sepeda motor.

Situasi kembali memanas.

Korban Dipagas, Lari ke Polsek Jabung

Menurut keterangan Kasatreskrim Polres Lampung Timur, MD dan MY kemudian turun dari sepeda motor dan menghampiri korban.

Salah seorang diduga membawa pisau dan menyerang korban hingga mengenai bagian perut.

“Dua pelaku berinisial MD dan MY kemudian turun dan menghampiri korban. Salah seorang diduga membawa pisau dan menusuk bagian perut korban. Korban kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke arah seberang jalan menuju Polsek Jabung. Namun, korban kembali dikejar,” kata Iksir, Sabtu (22/8/2026).

BACA JUGA :  Pelaku Pengeroyokan Masih Berkeliaran, Kinerja Polsek Marga Sekampung Dipertanyakan?

Dalam kondisi terluka, AT terus berlari menuju Polsek Jabung.

Namun, berdasarkan keterangan polisi, korban kembali diserang di sekitar depan portal Polsek hingga mengalami luka pada bagian punggung.

Korban akhirnya berhasil masuk ke Polsek Jabung dalam keadaan terluka.

Petugas kemudian membawa korban ke Puskesmas Jabung untuk mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke RSUD Sukadana.

Luka di Perut dan Punggung

Akibat penyerangan tersebut, korban mengalami sejumlah luka.

Di antaranya luka pagasan pada bagian perut kanan atas di bawah iga yang disertai perdarahan aktif, luka bacokk pada punggung kiri, luka robek pada bagian kiri bibir atas, serta luka pada kedua tangan.

Hingga kini, korban masih menjalani perawatan di rumah sakit.