Scroll untuk baca artikel
TANGGAMUS

Dua Anak Temukan Ayahnya Kritis di Kontrakan, Pedagang Somay di Tanggamus Meninggal

×

Dua Anak Temukan Ayahnya Kritis di Kontrakan, Pedagang Somay di Tanggamus Meninggal

Sebarkan artikel ini
Foto: Suasana kontrakan di Jalan Dwi Tunggal, Kelurahan Baros, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, mendadak berubah mencekam pada Sabtu (24/10/2026) sore.

TANGGAMUS – Suasana kontrakan di Jalan Dwi Tunggal, Kelurahan Baros, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, mendadak berubah mencekam pada Sabtu (24/10/2026) sore. Dua anak menemukan ayah mereka, Hendri Gunawan (49), dalam kondisi kritis di area dapur rumah.

Hendri, yang sehari-hari berjualan somay dan bekerja sebagai buruh harian lepas, sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batin Mangunang. Namun, nyawanya tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 15.45 WIB setelah mendapat penanganan medis.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kapolsek Kota Agung AKP Feriyantoni mengatakan, polisi menerima informasi dari masyarakat sekitar pukul 15.20 WIB mengenai seorang warga yang ditemukan dalam kondisi tergantung di dalam kontrakan.

Berdasarkan keterangan kedua anak korban, mereka mulai curiga karena tidak mendengar suara ayahnya seperti biasa. Keduanya kemudian keluar kamar untuk memeriksa keadaan rumah.

BACA JUGA :  Niat Melamar Janda! Malah Dijemput Polisi, Kisah Cinta DPO di Tanggamus Berakhir di Balik Jeruji

Saat menuju area dapur, mereka mendapati ayahnya dalam kondisi darurat. Mereka langsung berteriak meminta pertolongan hingga mengundang perhatian warga yang tinggal di sebelah kontrakan.

Warga kemudian berdatangan dan membantu mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 15.45 WIB, setelah mendapatkan penanganan pihak medis,” kata Feriyantoni mewakili Kapolres Tanggamus AKBP AH. Hudi Arif, Sabtu.

BACA JUGA :  Pelaku Budidaya Rumput Laut di Tanggamus Butuh Perhatian

Setelah menerima laporan, personel Polsek Kota Agung mendatangi lokasi untuk memeriksa tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, serta membuat laporan terkait peristiwa tersebut.

Polisi menyatakan pihak keluarga menerima kejadian itu dan menolak dilakukan autopsi. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan keluarga.

Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga. Berdasarkan keterangan kepolisian, keluarga berencana memakamkan Hendri di Bengkulu, kampung halaman orang tuanya. ***