Scroll untuk baca artikel
LampungPertanian

Irigasi Bocor, Panen Terancam! Bupati Ela Turun Gunung, Bendungan Way Kawat Siap Direhabilitasi Demi Petani Lampung Timur

×

Irigasi Bocor, Panen Terancam! Bupati Ela Turun Gunung, Bendungan Way Kawat Siap Direhabilitasi Demi Petani Lampung Timur

Sebarkan artikel ini
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, meninjau langsung kondisi Bendungan dan Daerah Irigasi Way Kawat yang berada di Desa Terbanggi Marga, Kecamatan Sukadana, Kamis (9/7) - foto dok

LAMPUNG TIMUR – Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, meninjau langsung Bendungan dan Daerah Irigasi Way Kawat di Desa Terbanggi Marga, Kecamatan Sukadana, Kamis (9/7).

Didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Camat Sukadana, serta Kepala Desa Terbanggi Marga, Bupati memastikan kondisi infrastruktur irigasi yang selama ini menjadi penopang ribuan hektare lahan pertanian masyarakat.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Hasil peninjauan menunjukkan masih terdapat sejumlah titik saluran irigasi yang mengalami kerusakan. Beberapa dinding saluran terlihat berlubang sehingga berpotensi menyebabkan kebocoran air, menurunkan debit distribusi, dan mengurangi efektivitas pengairan hingga ke kawasan Sukadana Pasar.

BACA JUGA :  Jembatan Baru Dua Minggu di Lampung Timur Sudah Ambles, Dilintasi Truk Bermuatan Berat

Padahal, Bendungan Way Kawat merupakan salah satu infrastruktur vital yang menopang aktivitas pertanian di wilayah tersebut. Jika distribusi air terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan petani hari ini, tetapi juga berpotensi menghambat produktivitas pertanian pada musim tanam berikutnya.

Bupati Ela menegaskan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur tidak akan membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut. Perbaikan saluran yang rusak menjadi prioritas agar pasokan air kembali optimal.

“Saluran yang berlubang akan kita benahi dan kita rehabilitasi. Hari ini kita turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan agar penanganannya tepat sasaran. Selanjutnya akan dilakukan evaluasi untuk menentukan bagian-bagian yang menjadi prioritas perbaikan sesuai tingkat kerusakannya,” tegas Ela Siti Nuryamah.

Selain rehabilitasi fisik, pemerintah daerah juga akan mengkaji rekayasa jaringan irigasi sebagai solusi jangka panjang. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi distribusi air, mengurangi kehilangan debit akibat kebocoran, serta memastikan air dapat menjangkau seluruh areal persawahan secara lebih merata.

Dengan sistem irigasi yang lebih baik, kawasan Way Kawat diharapkan mampu mendukung peningkatan indeks pertanaman, memperpanjang musim tanam, serta mendongkrak produksi berbagai komoditas unggulan seperti padi, jagung, dan tanaman hortikultura yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

Bupati juga menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk segera menyusun kajian teknis secara komprehensif sebagai dasar pelaksanaan rehabilitasi secara bertahap. Pembangunan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan kemampuan anggaran daerah agar hasilnya lebih efektif dan berkelanjutan.

Peninjauan langsung yang dilakukan Bupati Ela menjadi sinyal bahwa pembangunan sektor pertanian tidak cukup hanya dibahas di ruang rapat. Infrastruktur yang menopang ketahanan pangan harus dipastikan bekerja dengan baik melalui pengawasan lapangan dan langkah nyata.

Melalui rehabilitasi Bendungan dan Daerah Irigasi Way Kawat, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menegaskan komitmennya memperkuat fondasi sektor pertanian. Sebab, ketahanan pangan tidak dimulai dari meja makan, melainkan dari air yang mengalir lancar ke sawah dan petani yang dapat menanam tanpa dihantui kekurangan pasokan irigasi.***