KOTA BEKASI — Antrean kendaraan besar mengular di SPBU Rawalumbu, Jalan Raya Narogong, Rawapanjang, Kota Bekasi, Kamis (3/9/2026). Bukan sekadar mengganggu arus lalu lintas, kondisi ini juga menyoroti persoalan lingkungan dan tata kelola transportasi kendaraan berat di jalur padat perkotaan.
Mayoritas kendaraan yang mengantre diduga hendak mengisi bahan bakar jenis solar. Antrean mulai terlihat sejak siang dan hingga sore masih meluber ke badan Jalan Raya Narogong.
Dari arah Bantargebang menuju Rawapanjang, kepadatan kendaraan besar membuat arus lalu lintas tersendat. Tanpa penjagaan atau pengaturan khusus di sekitar antrean, badan jalan praktis ikut berubah fungsi menjadi ruang tunggu kendaraan.
Kondisi tersebut bukan hanya soal macet. Kendaraan berat yang berhenti dan bergerak perlahan dalam jumlah besar berpotensi meningkatkan emisi gas buang, kebisingan, serta paparan polusi udara bagi pengguna jalan dan warga yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Di tengah dorongan pengurangan emisi perkotaan, antrean truk yang mengular di jalan raya menjadi ironi tersendiri. SPBU memang tempat mengisi bahan bakar, tetapi jangan sampai jalan umum ikut dijadikan tangki antrean raksasa.
Para pengguna Jalan Raya Narogong pun harus bersabar menghadapi kepadatan tersebut. Persoalan ini perlu mendapat perhatian pengelola SPBU dan instansi terkait, terutama menyangkut pengaturan antrean kendaraan besar agar tidak mengganggu fungsi jalan maupun kualitas lingkungan.
Jika antrean kendaraan berat menjadi pemandangan rutin, solusi tidak cukup hanya meminta pengguna jalan bersabar. Perlu pengaturan yang jelas agar kebutuhan bahan bakar tidak berubah menjadi persoalan kemacetan dan polusi baru di Kota Bekasi.***













