6. Inggris, Korban Terbaru Sang Raja Drama
Skor Akhir: Argentina 2-1 Inggris
Anthony Gordon membuat Inggris percaya diri.
Messi membuat mereka kembali ke kenyataan.
Dua assist.
Dua gol.
Satu tiket final.
Enzo Fernandez membuka jalan.
Lautaro Martinez menjadi algojo.
Inggris kembali menjadi saksi bahwa melawan Argentina, unggul lebih dulu hanyalah permulaan penderitaan.
Statistik Mengerikan Argentina

Selama Piala Dunia 2026, Argentina mencetak 11 gol pada menit ke-79 hingga akhir pertandingan.
Rinciannya:
- 🇦🇹 Austria : 90+5′
- 🇯🇴 Yordania : 80′
- 🇨🇻 Tanjung Verde : 92′ dan 111′
- 🇪🇬 Mesir : 79′, 83′, 90+2′
- 🇨🇭 Swiss : 112′ dan 120+1′
- Inggris : 85′ dan 90+2′
Tak ada tim lain yang memiliki produktivitas segila ini pada fase-fase krusial pertandingan.
Messi, Sang Dalang di Balik Semua Drama
Banyak orang masih menghitung jumlah gol Lionel Messi.
Padahal, yang lebih berbahaya sekarang adalah apa yang ia lakukan sebelum gol itu tercipta.
Messi tidak lagi harus mencetak hattrick untuk menjadi pemain terbaik.
Satu sentuhan.
Satu umpan.
Satu visi bermain.
Itu sudah cukup mengubah nasib sebuah negara.
Di semifinal, dua assist Messi menjadi bukti bahwa usianya mungkin bertambah, tetapi kecerdasannya justru semakin matang.
Final Piala Dunia 2026: Siapa Berani Menghentikan Argentina?
Kini Argentina tinggal selangkah lagi mempertahankan gelar juara dunia.
Dengan mental baja, pengalaman Lionel Messi, kecerdikan Lionel Scaloni, dan kebiasaan mencetak gol pada menit-menit akhir, Albiceleste datang ke final bukan hanya sebagai favorit.
Mereka datang sebagai tim yang membuat lawan tidak pernah benar-benar merasa aman hingga peluit panjang berbunyi.
Dan bagi calon lawan di final, satu pesan sederhana tampaknya sudah cukup:
Kalau unggul 1-0 atas Argentina pada menit ke-85, jangan dulu pesan tiket pesta juara. Karena bisa jadi, lima menit berikutnya justru menjadi awal dari bencana.***













