Scroll untuk baca artikel
Hukum & KriminalLampung

Mencekam! Video Penggerebekan di Lamtim Viral, Diduga Buru Penembak Brigpol Arya Supena

×

Mencekam! Video Penggerebekan di Lamtim Viral, Diduga Buru Penembak Brigpol Arya Supena

Sebarkan artikel ini
Suasana penggerebekan di wilayah Lampung Timur yang dikaitkan dengan gugurnya Brigpol Arya anggota Intel Polda Lampung - foto doc sc

LAMPUNG – Jagat media sosial kembali digegerkan dengan beredarnya video berdurasi 52 detik yang disebut-sebut memperlihatkan proses penggerebekan terkait kasus penembakan Brigpol Arya Supena, anggota Dit Intelkam Polda Lampung yang gugur saat menjalankan tugas, Sabtu (9/5/2026).

Video itu menyebar cepat sejak Senin sore (11/5) di berbagai platform media sosial dan grup percakapan, lengkap dengan narasi yang mengaitkan operasi tersebut dengan perburuan pelaku penembakan polisi di Lampung. Dalam rekaman terdengar beberapa kali letusan senjata api yang langsung memancing perhatian warga sekitar.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Narasi yang beredar menyebut penggerebekan berlangsung di Desa Gunung Mekar, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur. Dalam video tampak sejumlah anggota kepolisian bersenjata lengkap melakukan penyisiran dan pengepungan di sebuah rumah warga dengan pengamanan ketat.

BACA JUGA :  Warga Aksi Tolak Rencana Pemakaman Kedua Covid-19 Di Kotabaru

Suasana di lokasi terlihat tegang. Warga sekitar tampak berkerumun dari kejauhan menyaksikan jalannya operasi. Sebagian merekam, sebagian lagi memilih mengamati sambil menjaga jarak aman karena ketika suara tembakan terdengar, rasa penasaran warga biasanya kalah cepat dibanding insting berlindung.

Meski video sudah viral dan menjadi perbincangan luas, hingga kini Polda Lampung belum memberikan keterangan resmi terkait identitas terduga pelaku maupun hasil operasi yang dilakukan.

Polisi juga belum memastikan apakah penggerebekan tersebut berujung pada penangkapan atau hanya bagian dari pengembangan penyelidikan.

Sejumlah warga Desa Gunung Mekar membenarkan adanya penggerebekan tersebut. Namun mereka mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa yang diamankan aparat.

“Memang ada penggerebekan. Katanya ada yang ditangkap naik motor, tapi kami tidak tahu siapa,” ujar salah seorang warga.

BACA JUGA :  Terbukti Langgar Prokes, Wabup Lamteng Hanya Dihukum Kerja Sosial Bersihkan Masjid

Kasus penembakan Brigpol Arya Supena sendiri sebelumnya menyita perhatian publik setelah rekaman CCTV dan informasi kejadian beredar luas di media sosial. Anggota Dit Intelkam Polda Lampung itu dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka tembak saat menjalankan tugas di wilayah Bandar Lampung.

Berdasarkan informasi yang beredar, korban diduga tengah berupaya menggagalkan aksi pencurian kendaraan bermotor ketika insiden tragis itu terjadi. Rekaman CCTV yang viral memperlihatkan adanya pergulatan antara korban dan terduga pelaku sebelum terdengar suara letusan senjata api.

Peristiwa tersebut langsung memicu respons serius aparat kepolisian. Tim khusus disebut telah dibentuk untuk memburu pihak-pihak yang terlibat dalam penembakan anggota polisi tersebut.

Kemunculan video penggerebekan di Lampung Timur pun membuat publik berspekulasi bahwa aparat mulai mendekati titik terang pengungkapan kasus. Namun hingga ada pernyataan resmi, seluruh informasi yang beredar masih sebatas dugaan dan narasi media sosial.

BACA JUGA :  Kecewa, Suami di Tulangbawang Bacok Istri hingga Tewas

Di tengah derasnya arus informasi digital, kasus ini kembali menunjukkan bagaimana media sosial sering bergerak lebih cepat daripada konferensi pers resmi. Video sudah viral, narasi sudah berkembang, sementara publik menunggu kepastian siapa sebenarnya yang diburu dan apa hasil operasi tersebut.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat tidak berspekulasi berlebihan dan tetap menunggu informasi resmi terkait perkembangan penanganan perkara. Sebab dalam kasus sensitif seperti ini, satu potongan video tanpa penjelasan lengkap bisa berubah menjadi “pengadilan publik” yang berjalan lebih cepat daripada proses penyidikan itu sendiri.***