LAMPUNG TIMUR – Hamparan sawah di Desa Bumi Harja, Kecamatan Batanghari, selama ini selalu menghadapi persoalan yang sama ketika musim kemarau tiba. Air menjadi langka, lahan mengering, dan petani harus berpacu dengan cuaca demi menyelamatkan tanaman mereka. Kini, secercah harapan mulai hadir melalui Program Listrik Masuk Sawah yang digagas Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, turun langsung ke lokasi untuk memastikan program tersebut berjalan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para petani. Baginya, listrik di tengah areal persawahan bukan sekadar jaringan energi, melainkan jalan keluar untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Program ini harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani. Dengan adanya listrik di area persawahan, kebutuhan air dapat dipenuhi melalui pemanfaatan sumur bor sehingga produktivitas pertanian semakin meningkat,” ujar Ela saat meninjau lokasi.
Bagi para petani, persoalan terbesar saat kemarau bukanlah sekadar cuaca panas, melainkan sulitnya memperoleh air untuk mengairi lahan. Melalui hadirnya jaringan listrik, pompa air dan sumur bor dapat dioperasikan secara optimal sehingga proses tanam tidak lagi sepenuhnya bergantung pada hujan.
Tak hanya memastikan pembangunan infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur juga menyiapkan subsidi biaya pemasangan KWH listrik bagi petani di Desa Bumi Harja. Langkah ini diharapkan mempercepat pemanfaatan jaringan listrik sekaligus meringankan beban biaya yang selama ini menjadi kendala.
Bupati Ela menegaskan, program tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Selain menghadirkan listrik ke kawasan persawahan, pemerintah juga akan melakukan pengembangan jaringan irigasi agar sistem pengairan menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.
“Dengan adanya listrik, persoalan air bisa teratasi dan masyarakat merasa terbantu. Saya juga meminta Camat Batanghari dan Kepala Desa Bumi Harja mengawal pendataan petani yang akan mengajukan pemasangan KWH agar program ini tepat sasaran,” tegasnya.
Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari pemerintah pusat. Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI, Hermansyah, menilai listrik masuk sawah menjadi salah satu solusi strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperbaiki kesejahteraan petani.
Menurutnya, keberadaan listrik akan mempercepat proses pengairan lahan, meningkatkan indeks pertanaman, serta memperpanjang masa tanam. Ia pun berharap tarif listrik bagi petani dapat semakin terjangkau agar manfaat program benar-benar dirasakan secara luas.
“Kami berharap seluruh pihak, termasuk PLN, dapat terus mendukung kebutuhan listrik petani sehingga produktivitas pertanian terus meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik,” katanya.
Sementara itu, PJLTT Provinsi Lampung sekaligus Plt. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Tien Latifah, mengatakan tantangan terbesar sektor pertanian pada 2026 adalah mempertahankan swasembada pangan di tengah ancaman musim kemarau yang berkepanjangan.
Menurutnya, program listrik masuk sawah menjadi solusi konkret karena memungkinkan sumur bor beroperasi secara maksimal sehingga target luas tanam tetap dapat tercapai. Pemerintah pusat juga berkomitmen mendorong pembangunan jaringan irigasi sebagai pelengkap sistem pengairan di kawasan pertanian.
Di sisi lain, Hermansyah mengajak masyarakat mendukung pembangunan infrastruktur kelistrikan di kawasan pertanian. Ia menilai keberadaan tiang listrik di tengah sawah tidak seharusnya dipandang sebagai hambatan, melainkan investasi jangka panjang yang mampu meningkatkan nilai ekonomi lahan sekaligus menjamin keberlangsungan produksi pangan.
Ia juga mengingatkan agar lahan sawah yang telah mendapatkan dukungan infrastruktur dari pemerintah tetap dipertahankan sebagai kawasan pertanian produktif dan tidak beralih fungsi menjadi permukiman.
Melalui Program Listrik Masuk Sawah, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur bersama Kementerian Pertanian berharap petani tidak lagi dihantui ancaman kekeringan setiap musim kemarau.
Dengan pasokan air yang lebih terjamin, produktivitas pertanian diharapkan meningkat, ketahanan pangan tetap terjaga, dan kesejahteraan petani terus membaik seiring hadirnya infrastruktur pertanian yang semakin modern.***













