Jaga Citarasa Kopi

Pengolahan Kopi dengan Tradisional, Tetap Jadi Pilihan

Ketua DPD RI Zulkifli Hasan, ketika mengunjunhi langsung perkebunan Kopi di Lambar (ist)

WAWAINEWS - Pengolahan kopi memiliki proses tersendiri sebagai penentu citarasa kopi disamping pilihan biji kopi berkualitas. Cara tradisional dalam pengolahan kopi hanya sebagai teknik untuk menghasilkan Citarasa dan aroma khas.

Pengolahan kopi hanya ditentukan cara. Tapi dengan teknik tradisional pun jika dilakukan dengan benar hasilnya tak  kalah dengan teknologi canggih.

Tentukan kopi harus berkualitas, cara tanam dan tempat juga jadi penentu citarasa kopi yang diolah sejak ribuan tahun silam dengan cara tradisional.

Dihimpun dari berbagai sumber dengan metode tradisional ini memungkinkan karakter asli kopinya itu tetap terjaga dengan baik.

Hal itu sebabnya kenapa di zaman yang serba modern ini dengan begitu banyaknya mesin pengolah kopi yang beredar. Tetap saja ada banyak penikmat kopi yang selalu bikin minuman kopi kesukaannya dengan teknik tradisional.

Prinsipnya cara membuat bubuk kopi secara tradisional ini bisa dikerjakan dengan beberapa tahapan yang saling berkaitan satu sama lain.

Dimulai dari pemetikan buah kopi, penyortiran, pengupasan, penjemuran biji, penggorengan, sampai ke tahap penggilingan biji kopi agar menghasilkan bubuk kopi yang kita inginkan.

Pada proses penyangraian biji kopi ini biar hasilnya bisa optimal kita bisa menggunakan mesin sangrai kopi. Tapi bisa juga dengan menggunakan wajan penggorengan secara tradisional.

Untuk bahan bakarnya sendiri lebih baik menggunakan tungku kayu ketimbang kompor gas, karena bisa menambah kenikmatan dan aroma tersendiri pada kopi yang akan dihasilkan.

Selama proses penyangraian ini, biji-biji kopinya harus kita bolak-balik secara berkala biar biji kopinya gak gosong.

Pada intinya itu, biji-biji kopinya kita sangrai atau goreng sampai permukaannya berubah jadi warna cokelat gelap, aroma kopinya semakin semerbak, dan juga mudah dihancurkan.

Langkah yang terakhir itu adalah penggilingan biji-biji kopi yang sudah kita sangrai tadi untuk bisa jadi bubuk.

Proses penggilingannya ini bisa kita lakukan dengan menggunakan mesin penggiling kopi, dan juga secara dengan cara tradisional bisa dengan cara menumbuknya di dalam lesung sampai halus kemudian di ayak.

Kita lakukan penumpukan ini secara berulang kali biar bubuk kopi yang dihasilkan itu bisa punya tekstur yang halus.

Setelah ditumbuk, bubuk kopi ini masih perlu kita ayak lagi, tujuannya itu untuk bisa memisahkan partikel bubuk kopi yang masih berukuran cukup besar.

Kalau sudah, sebaiknya bubuk kopi hasil proses pengolahan ini tadi kita simpan di dalam wadah yang bersih, kering, dan tertutup rapat, jadi kenikmatannya bisa tetap terjaga

Penulis:

Baca Juga