Scroll untuk baca artikel
NASIONAL

Pidato Prabowo di Sidang Tahunan MPR 2026: Dari Koperasi Desa, MBG hingga Bank Emas, “Kekayaan Indonesia Harus Kembali ke Rakyat”

×

Pidato Prabowo di Sidang Tahunan MPR 2026: Dari Koperasi Desa, MBG hingga Bank Emas, “Kekayaan Indonesia Harus Kembali ke Rakyat”

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto, pidato kenegaraan pertama usai dilantik sebagai Presiden RI ke-8 pada Minggu 20 Oktober 2024
Presiden Prabowo Subianto, pidato kenegaraan pertama usai dilantik sebagai Presiden RI ke-8 pada Minggu 20 Oktober 2024

Presiden menyebut sebelumnya pengemudi mendapatkan sekitar 80 persen hasil kerja, sedangkan 20 persen menjadi bagian aplikator.

Melalui rekomendasi pemerintah, porsi pengemudi disebut meningkat menjadi 92 persen.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Prabowo mengatakan banyak pengemudi melaporkan pendapatan mereka meningkat signifikan.

Bank Emas Kelola 153 Ton Senilai Rp360 Triliun

Sektor strategis lain yang disorot adalah pengelolaan kekayaan alam.

Prabowo menyebut Bank Emas di Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia telah mengelola sekitar 153 ton emas dengan nilai sekitar Rp360 triliun atau USD20 miliar.

Menurutnya, emas Indonesia tidak boleh hanya ditambang kemudian keluar sebagai komoditas mentah.

“Kekayaan Indonesia harus memperkuat tabungan, pembiayaan, dan perekonomian Indonesia,” kata Prabowo.

BACA JUGA :  Pidato Perdana Prabowo di PBB: “Shalom” dari Presiden Indonesia yang Bikin Israel Tersorot

Pemerintah juga mengembangkan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai pintu tunggal pengelolaan ekspor komoditas strategis.

DSI Temukan Potensi Tambahan USD5 Miliar

Sejak beroperasi pada Juni 2026, Prabowo menyebut DSI telah mengelola devisa ekspor sekitar USD14 miliar dari tiga komoditas, yakni batu bara, kelapa sawit dan besi baja.

Lebih dari 6.000 transaksi ekspor disebut telah dimonitor dan menghasilkan temuan potensi tambahan sekitar USD5 miliar dari perbedaan serta penyesuaian harga.

Ke depan, pengawasan akan diperluas ke 50 pelabuhan di 25 provinsi dan mencakup komoditas strategis lainnya.

Logikanya sederhana: kalau barang yang keluar dari Indonesia bernilai besar, maka pencatatannya juga tidak boleh memakai logika “kira-kira”.

BACA JUGA :  JK Secara Terbuka Resmi Dukung Capres Nomor Urut 1, Anies : Suatu Kehormatan

Ekonomi Hijau Harus Menghasilkan Uang untuk Rakyat

Prabowo juga menekankan ekonomi hijau harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pemerintah disebut telah memberlakukan sistem registrasi unit karbon dan menjalankan bursa nilai ekonomi karbon dengan standar karbon dunia.

Menurut Presiden, hutan yang dijaga dan emisi yang dikurangi memiliki nilai ekonomi.

“Ekonomi Hijau harus memberi manfaat kepada rakyat kita. Kita bangun, tapi harus menciptakan nilai tambah bagi rakyat kita,” ujarnya.

Dari Desa hingga Emas, Ujian Terbesarnya Bukan Pidato

Jika dirangkum, pidato Prabowo menawarkan satu garis besar: kekayaan dan program negara harus semakin dekat dengan rakyat.

Mulai dari koperasi desa, jembatan, air bersih, MBG, kesehatan, bansos, perumahan, ekonomi digital, karbon hingga emas dan ekspor komoditas.

BACA JUGA :  Prabowo Sindir PKS: “Dua Kali Dukung Gue, Dua Kali Kalah. Pas Gue Menang, Lu Kabur!”

Namun, sederet target dan angka tersebut pada akhirnya akan diuji di lapangan.

Sebab bagi rakyat desa, jembatan bukan angka 5.000, tetapi jalan agar anak bisa sekolah. Air bersih bukan angka 3.000 titik, tetapi air yang benar-benar mengalir. MBG bukan angka puluhan juta penerima, tetapi makanan yang benar-benar sampai ke piring anak.

Dan Bank Emas maupun pengawasan ekspor juga bukan sekadar angka triliunan rupiah.

Ukuran akhirnya tetap sama: seberapa besar kekayaan Indonesia benar-benar kembali menjadi kesejahteraan rakyat.

Karena pidato bisa selesai dalam hitungan jam.

Pekerjaan rumah negara tidak.***