“Padahal waktu itu kan sempat dikunjungi Buk Dewi, tapi ga tau apa tujuannya, mereka juga sempat foto selvi di sekitar gorong-gorong itu” paparnya.
Hadir menceritakan bahwa gorong-gorong yang tepat berada di depan rumahnya tersebut sebelumnya terbuat dari pohon kelapa, kemudian dibangun oleh pemerintah namun dianggap asal-asalan lantaran baru saja dibangun sudah retak-retak.
BACA JUGA: Baru Jadi, Jembatan Way Billu Jadi Sorotan
“Sebelum dibangun memang jembatannya pohon kelapa, saya yang bikinnya dulu, nasetelah itu baru sekitar tiga bulan ini dibangun oleh pemerintah, terus belum lama ini sudah retak, ya mau gimana lagi” cerita dia.
Sementara Kepala Pekon Sukamulya, Suherman tegas mengatakan bahwa pembangunan dua titik gorong-gorong di pekonnya dibangun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus dan akan dibangun ulang lantaran retak.
“Itu mau dibangun ulang, ga kita terima kalau dikasih bangunan seperti itu, memang benar kita yang menikmati tapi ya jangan gitu juga lah ngasih bangunan kok sia-sia gitu” katanya tegas. (*)













