Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Tingkatkan Minat Baca, Ubah Gubug Jadi Taman Literarasi

×

Tingkatkan Minat Baca, Ubah Gubug Jadi Taman Literarasi

Sebarkan artikel ini
Tingkatkan minat baca,Mahasiswa di Bekasi ubah Gubug Jadi Taman Literasi

wawainews.ID, Bekasi – Berawal dari sebuah gubug bekas penyimpanan kayu bakar milik nenek Nur, di Desa Lambang Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Beasi, Jawa Barat, oleh Taufik Rahman (25), mahasiswa semester dua, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nur El Ghazi, setelah mendapat izin diubah menjadi Gubug Literasi

Kini Gubug eks penyimpanan kayu bakar yang berada di lahan perkebunan tersebut diberi nama Gubug Literasi Setu (GLS). Taufiq berharap apa yang dilakukan bisa menginspirasi desa lain hingga muncul Gubug Literasi disetiap desa di Kabupaten Bekasi.

Example 300x600
Scroll untuk baca artikel

Ia berkisah awal membangun Gubug Literasi hanya berbekal buku seadanya. Taufik mengaku tidak mudah awal mendirikan  Gubug Literasi, tapi karena kepedulian dia mengumpulkan anak-anak di sekitaran dengan tujuan meningkatkan minat baca bagi masyarakat di desa tersebut pada pertengahan Februari 2019 lalu.

Bak gayung bersambut apa yang dikerjakan diketahui oleh rekan di Kampusnya sehingga banyak mahasiwa ikut membantu secara swadaya, tenaga dan buku. Tak heran kini Gubug Literasi Setu sudah memiliki 70 koleksi buku berbagai jenis dari bacaan dewasa sampai anak usia sekolah dasar.

“Pendirian Gubug Literasi, bentuk kepedulian karena rendahnya minat baca masyarakat desa. Ini sebagai upaya untuk menciptakan agen perubahan,”ungkap Taufik Rahman, kepada Cendana News, Kamis (27/6/2019).

Meski terbilang baru, ungkap Taufiq, dia mengklaim sudah menginspirasi tiga desa pada tiga Kecamatan lainnya di Kabupaten Bekasi. Taufiq dan rekan se-kampusnya bertekad akan menciptkan Gubug Baca lagi di sekitar wilayah Kecamatan Setu.

“Visi kami ingin menciptakan Gubug Baca – Gubug Baca di tiap – tiap desa yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi,”ungkapnya mengajak pemuda desa lain di Bekasi bersama menggemakan Literasi di desa masing masing.

Namun demikian lanjut Taufiq, bahwa hal terpenting bukanlah pembangunan Gubuq Literasi, melainkan mampu menginspiras dan memunculkan kesadaran masyarakatnya terlebih dahulu pentingnya membaca buku sebagai jendela wawasan.

Dikatakan selama ini, Anak-anak yang datang ke gubug tidak mendapatkan pendidikan formal seperti di sekolah, melainkan tentang bagaimana cara bersosialisasi serta pengenalan budaya. Aktifitas yang dilakukan dari setiap gubug bermacam-macam, seperti belajar kebudayaan bekasi, hadrah, permainan maupun musik tradisional.

“Jadi masing-masing gubuk juga memiliki ciri khas masing-masing,” bebernya mengatakan bahwa Gubug Literasi, tersebut tidak hanya difungsikan untuk anak-anak, melainkan untuk pemuda dan orang tua.

Gubug Literasi Setu tambahnya menjadi tempat ngumpulnya pemud, agar semua bisa belajar bersama.  Pemuda mengajari adik-adik sekitar desa Lambangjaya melalui kegiatan positif, dalam pendidikan karakter. Sehingga semua berperan dalam menjadikan generasi penerus sebagai agen perubahan, menjadi pemimpin tangguh dimasa mendatang.

“Saat ini yang dibutuhkan Gubug Literasi adalah akat tulis, buku dongeng. Untuk meja belajar dibuat seadanya menggunakan kayu bekas. Harapannya ada yang peduli dan memberikan sumbangan buku,”pungkas Taufiq. (CDN)