Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

Tujuh Kali Rotasi Mutasi di Era Tri-Harris! Kini 67 Pejabat Bergeser, Solikhin Duduki Kursi Sekda Bekasi

×

Tujuh Kali Rotasi Mutasi di Era Tri-Harris! Kini 67 Pejabat Bergeser, Solikhin Duduki Kursi Sekda Bekasi

Sebarkan artikel ini
Solikhin Dilantik sebagai Sekda Kota Bekasi, Senin (2/11) - foto dok

“Semua dilakukan secara terbuka. Kita mengenal adanya proses lelang jabatan dan prosesnya panjang. Ada tim yang melakukan penilaian, kemudian dilihat dari prestasi serta hasil tes yang dijalani peserta,” katanya.

Tujuh Kali Rotasi, Publik Menunggu Hasilnya

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Tri menyebut rotasi dan mutasi bukan bentuk hukuman, melainkan kebutuhan organisasi agar pemerintahan lebih responsif.

BACA JUGA :  Penghina Suku Betawi Ditangkap Polisi Saat Karaoke di Slawi

Ia meminta para pejabat yang baru dilantik tidak terjebak dalam rutinitas administrasi dan urusan internal kantor.

“Rotasi dan mutasi ini bukan bentuk hukuman, melainkan langkah penyegaran organisasi agar kinerja pemerintah semakin lincah dan responsif terhadap keluhan warga,” ujarnya.

Ia juga meminta pejabat segera turun ke lapangan, mendengarkan kebutuhan masyarakat, serta menyelesaikan persoalan yang selama ini tertunda.

BACA JUGA :  Paripurna Pembentukan Pansus Diwarnai Interupsi Anggota Dewan Kota Bekasi Terkait PPDB 2024

“Kami ingin birokrasi tidak lagi lambat. Semua perubahan jabatan ini bertujuan agar pelayanan kepada warga Kota Bekasi menjadi lebih cepat, jujur, dan dapat dipercaya,” tegasnya.

Kini, setelah tujuh kali agenda rotasi-mutasi, tantangan pemerintahan Tri-Harris bukan lagi sebatas mengisi jabatan atau menyusun ulang struktur organisasi.

Publik menunggu pembuktian: apakah perubahan posisi itu mampu mempercepat pelayanan, memperkuat pengawasan, memperbaiki tata kelola anggaran, dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat?

BACA JUGA :  Wali Kota Tri Adhianto Tegaskan: “Rotasi Pejabat Itu Reformasi, Bukan Transaksi”

Sebab, dalam birokrasi, kursi boleh berkali-kali berganti penghuni. Tetapi jika keluhan warga tetap berputar tanpa penyelesaian, penyegaran organisasi hanya akan menjadi rutinitas pergantian nama di papan jabatan.***